เข้าสู่ระบบพอลืมตาตื่นขึ้น ลู่ซินฟาง ก็พบว่าตัวเองอยู่ในกระท่อมพุพังพร้อมกับลูกแฝด ซินฟางคนเก่าถูกสามีเลวทอดทิ้งอย่างน่าอดสู แต่ซินฟางคนใหม่ไม่ใช่คนที่หงอ รอให้คนอื่นมารังแกง่ายๆ หากชีวิตใหม่ต้องเริ่มจากศูนย์ เช่นนั้นก็มาลองกันสักตั้ง และนางจะใช้ชีวิตในโลกใหม่นี้พร้อมกับเลี้ยงลูกแฝดให้สุขสบายเอง!
ดูเพิ่มเติมKehidupan adalah hal yang penuh rencana, penuh mimpi dan penuh usaha. Seperti itulah pandangan Nana seorang gadis berumur delapan belas tahun yang baru saja menyelesaikan masa putih abu-abunya.
Di dalam benak Nana sudah terisi penuh dengan rencana-rencana kuliah, dimana dia akan masuk ke Universitas impiannya kemudian dia akan mendapatkan banyak teman yang akan menyertainya tumbuh dewasa. Tapi, siapa yang sangka bahwa kehidupan juga penuh rahasia dan hal-hal tidak terduga.
Malam ini terasa seperti biasanya. Nana duduk di meja belajar sambil mempelajari beberapa hal tentang perkuliahan. Nana merasa bahwa sebelum masuk ke dunia dewasa, dirinya memerlukan berbagai pengetahuan yang tidak dia dapati di materi pelajaran sekolah.
Nana adalah gadis manis biasa saja yang tergolong anak baik dan penurut. Tidak pernah melakukan hal-hal di luar peraturan sekolah dan tidak pernah sekalipun membangkang keluarga. Dia bukan jenis siswa yang pandai di sekolah, tapi dia jenis anak baik yang taat peraturan. Nana tidak terlalu memiliki banyak teman, tapi dia juga bukan anak cupu yang tidak memiliki teman sama sekali. Dapat disimpulkan bahwa pemilik nama lengkap Kirana Anjani Sudibyo itu adalah gadis biasa saja, dengan kehidupan biasa saja, memiliki nilai biasa saja dan keseharian yang juga biasa saja. Nilai lebih yang dimiliki Nana hanyalah wajahnya yang cantik dan senyumnya yang manis sekali. Tapi Nana sendiri terlalu takut untuk dekat dengan lawan jenis ataupun di dekati lawan jenis, sehingga dia menghindari segala hal yang akan menjurus pada perkenalannya dengan lawan jenis melebihi seorang teman.
Hal itu di dasari karena ayahnya sangat religius dan menekankan pada Nana bahwa diumurnya sekarang berdekatan dengan laki-laki lebih dari seorang teman, akan mendatangkan kehancuran untuk masa depannya. Sementara Nana tidak ingin mengecewakan mereka, sehingga dia memilih untuk tidak melakukan hal-hal semacam itu walaupun tidak sedikit laki-laki yang berusaha mendekatinya.
Setiap malam Nana akan lebih suka berdiam diri di dalam kamar, menjelajah dunia maya dan mencari tahu banyak hal tentang negara-negara yang ingin di kunjunginya kelak jika sudah bekerja. Tapi malam ini, Nana fokuskan untuk mempelajari tentang kuliah. Nana sedikit mengernyit mendengar suara gerombolan orang berlari di samping rumahnya. Walaupun kamar Nana ada di lantai dua, tapi gerombolan itu terdengar berisik. Menjelaskan bahwa mereka mungkin sedang mengejar sesuatu yang gawat. Nana tidak mau peduli, dia masih terus fokus pada komputer hingga kemudian dia merasa suhu mulai naik di dalam kamarnya. Sudah lebih dari dua hari Ac di kamar Nana mati. Sudah memanggil teknisi tapi belum datang juga. Mungkin besok Nana akan melakukan panggilan ulang lagi.
Tanpa pikir panjang Nana melepas baju atasannya sehingga hanya mengenakan pakaian dalam dan celana pendek ketat, setelah itu kembali berkutat dengan komputer di hadapannya. Hingga suara jendela dibuka diiringi suara berdebam membuatnya terlonjak kaget dan menoleh ke arah datangnya suara.
Mata Nana membola dan mulutnya menganga melihat ada laki-laki asing masuk ke dalam kamarnya. Pakaiannya sedikit sobek dan sepertinya ada luka di samping perutnya. Nana sudah ingin berteriak dan segera mengambil guling yang dekat dengan jangkauannya untuk memukul. Tapi laki-laki itu menempelkan telunjuknya di bibir sambil meringis kesakitan sehingga Nana tidak tega. Nana sangat ketakutan, terlebih lagi karena dia hanya mengenakan pakaian dalam.
"Kamu siapa?" Tanya Nana bergetar. Laki-laki itu kembali menempelkan telunjuknya di bibir, menyuruh Nana jangan berisik. Nana ingin menangis terlebih ketika laki-laki itu membuka bajunya yang sobek. Nana tidak peduli lagi dan akan berteriak tapi suara teriakannya teredam oleh tangan laki-laki itu yang secepat kilat menubruk Nana hingga mereka terjatuh di atas tempat tidur dengan posisi yang intim.
"Jangan berisik! aku hanya numpang bersembunyi sebentar." Bisiknya dekat sekali. Jantung Nana berdebar kencang, ini adalah pertama kali baginya berada sedekat ini dengan laki-laki. Kemudian telinga Nana mendengar lagi suara orang lari-lari bergerombol di luar rumahnya yang membuat otak Nana berkesimpulan laki-laki asing di hadapannya ini, mungkin saja sedang terlibat tawuran.
Di samping rumah Nana merupakan gang kecil yang sering di jadikan lahan tawuran oleh anak-anak SMA. Tapi laki-laki dihadapannya terlihat dewasa, mana mungkin dia masih anak SMA. Pikiran Nana berkelana kemana-mana hingga tidak menyadari ada langkah kaki yang mendekati pintu kamarnya. Kemudian suara pintu di buka dan sebuah bentakan keras membuat kedua orang yang sedang berada dalam posisi intim itu menoleh kaget sambil membulatkan matanya.
"Bangun dari atas tubuh anak saya! Kenakan pakaian kalian dan saya tunggu di ruang keluarga." Ucap Haryo Sudibyo ayah Nana. Nana ingin menangis kala itu, ayahnya pasti berpikir yang tidak-tidak. Laki-laki di atasnya pun segera melepaskan cekalannya dari mulut Nana dan bangkit sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Ini gara-gara kamu." Ucap Nana sambil terisak. Laki-laki itu menatap gadis di hadapannya dengan ekspresi menyesal. "Ayah pasti berpikir yang tidak-tidak." Ucap Nana lagi sambil menangis. Laki-laki itu diam saja, menggingit bibirnya dan mengusap wajahnya frustasi. Tapi kemudian turun dari ranjang dan mengambil kausnya yang sedikit sobek, hendak memakainya tapi tidak pantas.
"Punya baju besar yang bisa aku pakai?" Tanyanya tanpa merasa bersalah. Nana tambah menangis, dia takut. Laki-laki itu mendengus dan memutuskan untuk membuka saja lemari Nana dan menemukan sebuah kaus yang terlihat seperti kaus laki-laki kemudian memakainya. Mengambil selembar baju lagi dan melemparnya ke arah Nana. "Pakai bajunya dan ayok kita turun!" Perintahnya. Nana makin menangis takut.
"Aku pasti di bunuh ayah dan bunda. Apalagi kalau ada kak Miko, aku pasti mati." Isaknya.
"Aku yang akan dibunuh keluargamu, sudah jangan menangis begitu! Ayo bangun." Ujarnya. Kali ini terdengar lembut. Kemudian berbalik badan ketika Nana hendak memakai bajunya dan menggandeng gadis itu untuk turun ke ruang keluarga. Nana bersembunyi di balik punggung laki-laki itu ketika melihat keluarganya sudah menunggu disana dengan wajah merah padam.
"Duduk!" Perintah Haryo tegas. Terdengar marah sekali. Nana ketakutan sampai gemetar.
"Saya bisa jelaskan om, kejadiannya tidak seperti yang om bayangkan." Ujar laki-laki asing itu terdengar tenang. Membuat Nana heran, bagaimana laki-laki itu bisa setenang ini di situasi yang mencekam?
"Saya tidak mau tahu pokoknya kamu harus menikahi anak saya. Bagi saya berduaan di kamar dengan keadaan baju kalian yang terbuka sudah merupakan perbuatan yang tidak bisa saya tolerir. Nana ayah kecewa sama kamu." Ucap Haryo kembali membuat Nana terisak. Laki-laki itu merasa sangat tidak enak.
"Baiklah saya akan menikahi putri om." Ucap laki-laki itu membuat Nana kaget. Kenapa dia tidak melakukan pembelaan sedikitpun? apa yang dia pikirkan?
"Siapa nama kamu?"
"Raven om."
"Telpon keluarga kamu dan suruh mereka datang ke sini sekarang!" Ucap Haryo lagi dengan tegas. Raven mengangguk, merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel dari sana. Kemdian pintu terbuka dan secepat kilat Raven tersungkur jatuh ke lantai karena di hantam tepat di wajahnya.
"Brengsek! lo apain adek gue." Geram seorang laki-laki yang masih mengenakan setelan kerja rapih dan tampak sangat marah. Raven tetap tenang dan diam. Haryo segera melerai dan menenangkan kemudian mengambilkan ponsel Raven yang terlempar karena pukulan tadi.
"Miko, tahan emosi kamu. Bukan seperti ini menyelesaikan masalah." Ujar Haryo mengingatkan. Miko terpaksa diam dan kemudian duduk di samping Nana lalu memeluknya. Gadis itu terisak.
***
ตอนพิเศษ (5)จบบริบูรณ์ หลังจากปรับอารมณ์ได้แล้ว จิ้งจอกสาวก็เช็ดน้ำตาบนแก้มจนแห้ง สูดหายใจลึกๆ ทีหนึ่ง ก่อนจะออกจากห้องเพื่อไปขอโทษหลางไป๋ ทว่าทุกครั้งที่นางเข้าใกล้ เขากลับผละหนี แสร้งทำทีเป็นยุ่งง่วนกับงาน ท่าทางแบบนั้นราวกับจงใจหลบหน้านางไม่มีผิด เมื่อตระหนักได้เช่นนั้น เจียงจวีก็น้ำตาซึม รู้สึกเสียใจเป็นอย่างมาก นับวันหัวใจของนางก็ยิ่งปวดแปลบ ท้ายที่สุด นางที่รู้สึกระอายใจเป็นทุนเดิม ยิ่งไม่กล้าสู้หน้าเขา หลายวันต่อมา เจียงจวีเก็บข้าวของ หนีกลับเผ่าจิ้งจอก ณ เผ่าจิ้งจอก ผู้นำเผ่าจิ้งจอกในร่างของชายวัยคนกับจิ้งจอกหนุ่มต่างยืนกอดอกหน้าตาขึงขัง ในขณะที่มองจิ้งจอกสาวกอดเข่าน้ำตาซึม “ตั้งแต่นางกลับมาก็เอาแต่นั่งอมทุกข์ทั้งวันทั้งคืน สงสัยจะเจอแย่ๆ มา หากรู้อย่างนี้ ข้าไม่น่าอนุญาตให้นางออกไปเจอโลกภายนอกเลย เป็นข้าที่ตัดสินใจผิดพลาดเอง” ผู้นำเผ่าพูดกับลูกชาย “ท่านพ่อไม่ได้ตัดสินใจผิดพลาดหรอกขอรับ ให้นางออกไปเผชิญโลกภายนอก นับเป็นประสบการณ์ของนางด้วย” จิ้งจอกหนุ่มกล่าว
ตอนพิเศษ (4) หลังจากเห็นว่าเจียงจวีเหมาะกับตำแหน่งพนักงานขาย หลางไป๋ก็ให้นางทำงานในร้านซินหลินคู่กับห่จือเหมย เพียงไม่กี่อาทิตย์ เจียงจวีก็เป็นพนักงานขายอันดับต้นๆ ของร้าน ด้วยความที่เป็นจิ้งจอกใสซื่อ จึงทำให้ผู้คนชื่นชอบและเอ็นดูไม่น้อย ไม่เว้นแม้แต่หลางไป๋ “ทำงานแค่ไม่กี่อาทิตย์ เจ้าก็ทำกำไรให้ร้านซินหลินไม่น้อย…ทำดีมาก” หลางไป๋เอ่ยชมเจียงจวี พร้อมกับยื่นมือไปลูบศีรษะ ตอนแรก หมาป่าหนุ่มทำไปโดยไม่ได้คิดอะไร แต่พอเห็นจิ้งจอกสาวผงะ ทั้งแก้มนวลเนียนยังขึ้นสีแดงระเรื่อ มือใหญ่ที่กำลังลูบศีรษะของนางพลันชักกลับมา จากนั้นเขาก็หมุนตัวเดินไปตรวจงานแผนกอื่น และไม่พูดไม่จาใดๆ หัวใจของเจียงจวีเต้นระส่ำระส่ายไม่หยุด แม้ยกมือขึ้นลูบหน้าอกพร้อมสูดหายลึกๆ แล้ว หากแต่หัวใจยังคงเต้นแรงเหมือนจะกระเด็นออกมา อย่างไรก็ตาม อาการใจเต้นแรงนี้ ทำให้จิ้งจอกสาวอดรู้สึกกังวลไม่ได้ หมิงฮวาเข้าร้านมาในจังหวะนั้นพอดี นางมองหลางไป๋สลับกับมองเจียงจวี สักครู่ ดวงตาของอสรพิษสาวก็หรี่ลงเล็กน้อย เมื่อเห็นหลางไป๋ขึ้นไปที่ชั้
ตอนพิเศษ (3) วันต่อมา จิ้งจอกสาวหอบห่อผ้ามาที่ฟาร์มอีกครั้ง แต่หนนี้นางมาพร้อมกับพี่ชาย “พวกเจ้าสองพี่น้องจะมาอยู่ที่ฟาร์มด้วยกันหรือ” หลางไป๋สอบถาม การได้คนหน่วยกร้านดีเพิ่ม มีใครบ้างไม่ชอบ ทว่าจิ้งจอกหนุ่มโบกมือแล้วตอบ “ไม่ใช่ขอรับ ข้าแค่มาส่งน้องสาว อีกอย่าง ที่มาวันนี้ก็เพื่อขอร้องท่านให้ช่วยดูแลนางด้วย นางค่อนข้างซื่อน่ะขอรับ” หลางไป๋พยักหน้าเหมือนเข้าใจ หญิงสาวเผ่าจิ้งจอกยิ้มใสซื่อ โค้งศีรษะให้กับหลางไป๋ทีหนึ่ง “จากนี้ข้าต้องขอฝากตัวด้วยเจ้าค่ะ” หลางไป๋หันไปยิ้มให้กับหญิงสาวเผ่าจิ้งจอกพลางตอบว่า “ทางนี้ก็ต้องฝากตัวด้วยเช่นกัน” จากนั้นก็หันไปพูดกับทางพี่ชายด้วยสีหน้าเสียดาย “พูดก็พูดเถอะ เจ้าเองก็หน่วยกร้านดีไม่เบา น่าจะมาอยู่ที่ฟาร์มด้วยกัน” “ความจริงข้าก็อยากมาทำงานที่นี่นะขอรับ แต่เพราะท่านพ่อของพวกเรากำลังป่วย ข้าที่เป็นลูกชาย และยังเป็นว่าที่หัวหน้าเผ่าคนต่อไป ต้องคอยจัดการหลายๆ เรื่อง ตอนนี้ก็เลยออกจากเผ่าไม่ได้” “ถ้ามีอะไรให้ช่วยก็บอกนะ” “ขอบคุณท่านผู
ตอนพิเศษ (2) สถานที่นี้เรียกว่าฟาร์ม มีทั้งสวนผัก สวนผลไม้ ทุ่งดอกไม้ โรงเรือนเพาะต้นกล้า ไหนจะโรงผลิตสารพัดที่เพิ่มขึ้นเหมือนกับดอกเห็ด หนำซ้ำ ยังมีหมู่บ้านของเหล่าสัตว์อสูร ถนนที่ปูด้วยอิฐ ตรงลานกว้างของเมืองก็มีน้ำพุขนาดใหญ่ พวกเขาอยู่ร่วมกันอย่างสงบสุข…น่าอิจฉาและดูน่าสนุกกันจังเลย จิ้งจอกสาวคิด ก่อนจะถอนหายเฮือกออกมาหนึ่ง หญิงสาวชอบความตื่นตาตื่นใจของฟาร์ม ถึงได้แอบมาดูทุกวัน ในตอนที่ลำแสงสีทองสาดเข้ามาในป่ารกทึบ จากนั้นเหล่าสัตว์ก็มีวิวัฒนาการกลายร่างเป็นมนุษย์ ตอนนั้นนางตื่นเต้นมาก กระโดดโลดเต้นรอบป่า ยิ่งค้นพบว่ายังมีสัตว์เผ่าอื่นที่กลายร่างเป็นมนุษย์ นางก็ยิ่งอยากเป็นเพื่อนกับทุกคน เพราะอย่างนั้นตอนที่หมาป่าเพศผู้นามว่าหลางไป๋มาเจรจาขอเป็นพันธมิตรกับเผ่าจิ้งจอก นางอยากให้ท่านพ่อตอบรับการเข้าร่วมเป็นพันธมิตรกับท่านภูต แต่ว่า ท่านพ่อกลับปฏิเสธ แม้ผิดหวังอย่างมาก แต่คำสั่งของผู้นำเผ่าถือเป็นเด็ดขาด เช้าตรู่ของวันนี้ จิ้งจอกสาวก็ยังแอบมาที่ฟาร์ม นางหลบหลังต้นไม้ใหญ่ แ
บทที่ 98องค์ชายห้า โจวหวังเยว่ สยงจวินวิ่งออกมาจากบ้าน ต่อมา ลู่ซินฟางกับเหนียงซิ่นก็วิ่งตามหลังออกมาในด้านของคนแปลกหน้า ทันทีที่เห็นชายร่างสูงใหญ่เหมือนหมี พวกเขาถึงกับผงะ กลืนน้ำลายลงคอด้วยความยากลำบาก “พวกเจ้าคือคนวิตถารรึ!” เนื่องจากสยงจวินตัวสูงใหญ่กว่าชาย
บทที่ 96ตาลุงวิตถาร กับ ข้าวโพดทาเนย (ครึ่งแรก) เข้าสู่ฤดูใบไม้ร่วง การเก็บเกี่ยวก็เริ่มต้นขึ้น ทุกคนต่างยุ่งกันมาก โดยเฉพาะบ้านเจียงที่ต้องรับผิดชอบในส่วนของการทำนา ก่อนจะลงมือเก็บเกี่ยว เจียงเฉาจิ้ง…เจ้าบ้านเจียงได้มาบอกกำหนดวันเกี่ยวข้าวกับลู่ซินฟาง นางจึงรบกวนให้หลางไป๋
บทที่ 99เพียงแค่แวะมาดูว่าที่น้องสะใภ้ อิ่มหนำกันแล้ว มู่เฉินช่วยทุกคนเก็บถ้วยชามไปล้าง โจวหวังเยว่นั่งดื่มชาที่โต๊ะกับลู่ซินฟาง ดื่มคำหนึ่งก็ชมคำหนึ่ง “ชาดี…” ลู่ซินฟางยิ้มน้อยๆ ตอบรับคำชม โจวหวังเยว่กล่าวต่อ “ในแต่ละปี ห้องเครื่องจะจัด
บทที่ 94ตอบรับคำเชิญของกงเยียนซู พอถึงเวลาที่ต้องกลับ เป่าเอ๋อร์ร้องไห้งอแง เฉิงเอ๋อร์น้ำตาคลอเบ้า เด็กทั้งสองกอดเอวลู่ซินฟาง บอกว่าอยากอยู่ที่แดนสวรรค์ต่อ ลู่ซินฟางต้องสัญญาว่าจะพามาเที่ยวอีก พวกเขาถึงยอมฟังแต่โดยดี ได้เที่ยวเล่นกันทั้งวัน พอกลับมาถึงคฤหาสน์ อา












ความคิดเห็น