SANG KAPTEN
sapanya lembut denga segala peralatan masih berserakan di meja dapurnya.
"Hallo, Arbi! Aku salut kepadamu, ternyata kamu punya nyawa lebih dari satu," cuitan kata-kata yang sudah mampu dicerna oleh Arbi itu dari siapa hanya membuat gadis itu mengeluh.
"Mau apalagi kamu, Ratu? Tidak cukupkah kamu bertingkah selama ini?"
Terkikik suara di seberang mendengar suara Arbia yang mulai serius."