Mantanku Kembali
Suara burung, angin, dan bisik pohon terasa seperti suara kehidupan yang tetap berjalan meski seseorang memilih menghilang.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari arah samping taman. Aku menoleh, dan wajahku menegang. Seorang pria berdiri di sana, bukan Adrian, tapi seseorang dari masa lalu yang tak kuduga akan muncul—Dimas.
"Liv? Kamu kelihatan... lebih kuat dari terakhir kali kita ketemu."
Aku terdiam. Dimas adalah sahabat SMA-ku, yang pernah kusukai diam-diam sebelum aku bertemu Adrian. Kami berpisah saat kuliah, dan hanya sesekali bertukar pesan.
الفصول الرائجة