Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Tidak seperti beberapa tahun yang lalu, yang masih memakai aspal tempel dan di beberapa lokasi, bahkan tak jarang ada beberapa jalan nya yang masih berbatu. Namun tetap saja, karena masih kurangnya akses penunjang seperti pom bensin dan tempat beristirahat yang mumpuni seperti di Utara Jawa. Sehingga ketika malam tiba, jalanan besar ini masih sangat sepi dari kendaraan-kendaraan yang melintas.
9.8682.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.6K kali sebagai jalan alas roban malam hari
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

BAB 1 : Menjelajah Hutan Gunung Lawu Sorot mata tajam dibalik semak-semak, serta bunyi binatang malam membuat kuduk lima pemuda Sang Penjelajah Malam seketika berdiri. Langkah kaki semakin berat bersamaan dengan deru nafas yang juga semakin sesak mereka rasakan, namun perjalanan mesti diteruskan sebelum Matahari terbit. Tak peduli jika mereka sama-sama ketakutan, yang terpenting mereka harus tetap berjalan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR

CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR

Lalu lintas terasa lancar jaya hingga mobil-mobil banyak melaju dengan kecepatan tinggi yang bervariasi satu dengan yang lainnya tanpa hambatan sedikit pun. “Pemandangan di pusat kota pada malam hari memang seperti ini. Terkadang cantik mempesona, tapi bisa saja berubah penuh kemacetan yang membosankan. Untungnya, hari ini menampilkan suasana yang indah di mata dan nyaman di hati. Nikmati saja pemandangan ini!” ujar Rensakar berterus terang. Alisa mengangguk sejenak sebagai tanda setuju. “Kamu benar…! Malam ini cukup indah di mata. Semoga hari-hari seperti ini dapat terus terjadi kelak di lain waktu!”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

Dia terbang rendah bersama burung-burung untuk memancing para makhluk mutan agar Anila mendapat jalan. Rion mendarat di sebuah simpang lima jalan. Di tengah simpang lima itu terdapat bagian jalan yang luas. Banyak bangkai mobil yang hanya menyisakan kerangka besi berkarat yang berjajaran dan betumpuk di sekitar jalan. Dia berdiri di sana dengan kedua bilah celurit hitamnya yang tajam dan lengkung yang lebih panjang.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
QUEEN: I LOVE YOU PAPA

QUEEN: I LOVE YOU PAPA

Mereka benar-benar menikmati waktu berdua, hingga Varo sendiri lupa bahwa dirinya adalah calon suami Karina, pun dengan Alesha yang juga lupa bahwa papa Yonya yang sekarang tengah tertawa dengannya akan menikah dengan Karina bulan depan. Setelah mendaki sekitar 20 menit, sampailah mereka di tempat cantik itu. Beruntung, cuaca pagi itu sangat bersahabat, sunrise berwarna keemasan terlihat cantik sekali dengan latar depan Candi Borobudur, Gunung Merbabu dan Merapi di belakangnya. Alesha yang disuguhi pemandangan indah itu, merasa takjub. Udara dingin yang menyapa, tidak meredupkan binar mata Alesha, “Pa, indah banget.” Alesha menatap mata Varo yang terasa meneduhkan.
1050.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
Semanis Coklat Di Dalam Kotak

Semanis Coklat Di Dalam Kotak

Alzea merasa perutnya lapar terus beberapa hari terakhir dan baginya makan malam sekarang adalah makam malam terenak karena bersama Elzio dengan pemandangan sunset yang indah. “El, aku mau jalan-jalan.” Hari ini Alzea banyak meminta, sedikit aneh bagi Elzio tapi dia senang. “Ayo ….” Elzio tahu ke mana harus membawa Alzea. Pria itu membawa istrinya ke Garden By The Bay, pilihan yang tepat karena di sana terasa syahdu di malam hari dengan lampu-lampu cantik warna-warni. “Kamu bahagia Al?”
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Biasanya di kampungku aku sering ke pasar malam, waktu SMA bersama Aina dan pernah sekali dengan pria disamping ku ini. Hampir semua permainan disana kami coba dan tak lupa gulali pelangi. Hehehe. "Coba itu yuk," ajak Robi sambil menunjuk biang lala yang sudah ramai pendatang. "Ihh nggak mau, takut." "Masi takut ketinggian aja kamu," tukas Robi. "iya, aku takut."
1070.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
Istri Taruhan Sang Dosen

Istri Taruhan Sang Dosen

Di satu sisi iya merasa takut karena harus melakukan perjalanan malam menuju ke kampung, namun di satu sisi Alia tidak mau merepotkan orang lain Sudah hampir 10 menit iya duduk di pinggir jalan, namun belum ada satu pun angkot yang lewat. "Kok nggak ada angkot ya, apa jangan-jangan udah pada pulang ya," gumam Alia mulai terlihat panik karena hari juga sudah mulai gelap. Perlahan Alia bangkit dari duduknya bertepatan dengan sebuah mobil lewat. "Pak kalau boleh tahu ini mau ke mana?" tanya Alia membuat laki-laki itu memberikan sebuah ponsel pada Alia. [Saya mau ke kampung seberang]
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Suami Kontrak

Terjerat Gairah Suami Kontrak

Tadi saat Saskia beranjak pulang, Saskia sempat menoleh ke pelaminan dan kaget melihat ayah dan anak sedang menatapmya dengan sinis. Saskia melirik jam tangannya. Sudah hampir pukul dua belas malam. Mereka sudah keluar dari jalan utama dan masuk ke jalan yang lebih kecil untuk menuju ke rumah baru Alvaro. Jalanan itu tidak terlalu ramai. Warung-warung di sepanjang jalan sebagian besar sudah tutup. Rumah-rumah sudah mematikan lampu, tanda pemiliknya sudah terlelap. Kendaraan yang berlalu lalang pun tidak ramai, karena ini adalah hari kerja bukan akhir pekan. Ting!
8.98.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai jalan alas roban malam hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status