All About Love
Cup!
Mataku terbelalak. Aku belum menyelesaikan kata-kataku. Tiba-tiba pria tampan di depanku itu mengecup bibirku. Dilepasnya sedetik. Kemudian dia menciumku lagi, melumat bibirku pelan dan lembut. Tangan kirinya melingkar erat di pinggangku sedangkan tangan kanannya memegang tengkukku, memperdalam ciumannya padaku. Tanpa aba-aba, aku pun menutup mata. Menikmati ciumanku yang kesekian kalinya dengan pemuda itu. Jika tidak sadar bahwa kami berada di bandara, pasti kami sudah melakukan hal yang lebih dari itu.
“Kau tidak akan merindukanku, Park Jiyeon?”
الفصول الرائجة