Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

bagaimana menulis kalimat yang tak pernah dibaca, jika kau hanya bisa membaca saat menulis? Itulah teka-tekinya. Dan kau menjawabnya... dengan diam. KALIMAT TANPA HURUF Kau menulis sesuatu. Tapi tak menggunakan kata. Kau goreskan niat. Kau goreskan rasa. Kau goreskan ingatan dari masa depan. Dan pena itu menulis, tanpa tinta, di udara: “.” Titik. Tapi titik itu hidup.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as poem without words
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Tidak ada gambar. Hanya satu baris di layar putih: “Apakah kau masih membaca?” Dunia Tanpa Naskah Gelap. Tak ada suara. Tidak ada bentuknya. Arya membuka matanya, tapi yang ia lihat hanyalah kehampaan. Tidak ada tanah di bawah kaki. Tidak ada langit. Hanya... hening. Saya coba menulis: "Cahaya muncul."
2.3K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as poem without words
Read
+Library
Menyala Istri Sah!

Menyala Istri Sah!

Namun tidak ada kata, tidak ada gerak. Hanya keheningan yang menebal, membuat ranjang yang sama terasa begitu asing. ---
66.3K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as poem without words
Read
+Library
QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

Gelombang cahaya tanpa warna bergulir ke arah Wu Yao, bukan seperti serangan, tapi seperti keputusan: “menghapus keberadaan” Wu Yao menjejak tanah. Pedang Tanpa Bentuk memanjang seperti garis tipis yang menembus udara. Ia mengayun. Boom——!! Benturan yang tidak menghasilkan suara, tapi langit di atas mereka retak seperti kaca. Ran Zhu, yang berada jauh di luar area, mendengar dentuman yang tidak memiliki suara itu sebagai guncangan langsung di jiwanya. “Gila… itu kekuatan yang bisa memecahkan lapisan ruang suci…”
104.2K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as poem without words
Read
+Library
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Di palung gelap sudut hati yang paling dalam Ada seberkas kerisauan menjalar di dinding-dinding Ada sulur-sulur bahasa tidak terekam Di dalam kesendirian semua menjadi jelas Remah-remah jatuh remah-remah menutupi Tidak ada kunci tapi tidak yakin apakah terbuka Disingkap oleh apapun tetap tidak nyata Perlahan-lahan pusaran tanya membentuk jurang
109.5K viewsCompletedAdded to Library 361 Times as poem without words
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Ketika pena terakhir berhenti bergerak, dunia seharusnya runtuh. Tapi justru di situlah ia mulai bernapas sendiri.” Gelap. Tidak ada tinta. Tidak ada cahaya. Tidak ada halaman. Hanya keheningan yang bahkan gema pun tak berani menyentuhnya. Sesaat setelah Lira menulis kalimat terlarang—“Tidak ada penulis.”—
101.2K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as poem without words
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Tidak ada pagi hari itu. Tidak ada matahari, tidak ada fajar, tidak ada transisi antara gelap dan terang. Yang ada hanyalah keheningan yang lembut, seperti jeda di antara dua kalimat yang belum diputuskan tanda bacanya. Aku membuka mata, dan dunia sudah berubah. Langit tidak lagi menulis dirinya, melainkan mengingat. Setiap awan bergerak mengikuti ritme yang samar, seperti orang mengulang cerita lama yang pernah membuatnya menangis.
704 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as poem without words
Read
+Library
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

“Mustika! Mustika!” “Dimas!” Baskara membuka setiap pintu kamar satu per satu, memeriksa setiap sudut rumah tanpa terlewat. Kosong. Sepi. Tak ada seorang pun. Aku dan anakku benar-benar sudah pergi. Tanpa sepatah kata pun. Tanpa pamit. Baskara terduduk di sofa, suasana hatinya campur aduk.
9.8K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as poem without words
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Tidak ada yang hadir. Namun… kehadiran tetap ada. Tanpa pemilik. Tidak ada yang menulis. Namun tulisan bisa muncul. Tidak ada yang diam. Namun keheningan tetap ada. Tidak ada yang memilih. Namun hidup tetap berjalan. Apa yang terjadi— tidak bisa disebut pengalaman. Tidak bisa disebut kesadaran. Tidak bisa disebut keadaan.
713 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as poem without words
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status