Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
DI ATAS RANJANG MAFIA

DI ATAS RANJANG MAFIA

Pemakaman Ostia, Roma. Angin laut bertiup kencang, membawa aroma garam yang tajam ke area pemakaman yang sunyi. Rumput-rumput kering bergoyang liar, seolah-olah berbisik tentang rahasia lama yang terkubur di bawah tanah Kota Abadi ini. George Lazaro Riciteli berdiri mematung di depan dua pusara yang selalu menjadi alasan di balik setiap langkah berdarahnya. Michele Lazaro Riciteli dan Meghan Crafson.
1012.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 259 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
7 Hari Setelah Ibu Pergi

7 Hari Setelah Ibu Pergi

Di dekatnya ada tulisan Pemakaman Umum Pondok Kelapa. Kak Nasrul memarkirkan mobil di dekat blok makam ayah dan ibu. Area pemakaman terlihat sepi. Aku jongkok di antara makam ibu dan ayah, menatap nama yang tertulis di batu nisan ibu - Anisa Saraswati. Kak Nasrul mulai merapal doa. Aku pun ikut merapal doa sambil menutup mata. Konsentrasiku terganggu saat mendengar ada suara orang meracau.
1.6K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 49 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
Aku Rela Menukar Pecundang dengan CEO

Aku Rela Menukar Pecundang dengan CEO

Tempat yang hanya diketahui olehnya, selama ini. Setelah itu Rumi mengunjungi makam ayah dan ibunya, yang letaknya berdampingan, sekali lagi Rumi menangis di sana. Menangisi Siska dan Alex yang jahat padanya. Dari makam, Rumi baru pulang, dan dia terkejut saat membuka pintu sepasang mata Biantoro menatapnya dengan tajam.
3.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 133 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Oh ... maafkan Tante salah paham. Makanya sebenarnya tante juga bingung, kok, Zakki punya bayi? Padahal istrinya enggak kelihatan hamil saat di acara arisan keluarga yang terakhir kali.” Saat percakapan itu, Maryam sudah berurai air mata, menahan isakan. Kemudian Marco pamit pada tantenya, segera mengajak Maryam ke makam keluarga. Lokasi pemakaman keluarga besar Wiratama berada di dalam sebuah lahan berpagar tembok setinggi dua meter. Tujuannya supaya terlihat jelas batas tanah pribadi, dan tidak dianggap sebagai tempat pemakaman umum. Untuk masuk ke dalam, mesti menemui seorang juru kunci makam, alias kuncen. Rumah kuncen menempel di salah satu sisi tembok.
3.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 87 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
IDENTITAS TERSEMBUNYI SANG PEWARIS ASLI

IDENTITAS TERSEMBUNYI SANG PEWARIS ASLI

Sejak tadi memang sedang terlihat mode kalem. Hari sudah menjelang senja ketika mereka tiba. Dengan bertanya pada penjaga makam, akhirnya mereka tiba di sebuah gundukkan tanah merah yang sudah banyak ditumbuhi rerumputan. Pada batu nisan yang tulisannya sudah pudar masih terbaca ada nama Sasti serta tanggal meninggalnya.
1012.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 447 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
Ayah Mana?

Ayah Mana?

tanya Bu Hamid. Hari itu Romlah langsung dikebumikan. Rufy menjerit dan mengamuk. Dia bahkan tak mau disentuh siapapun. Terpaksa beberapa ibu-ibu menahan tubuh anak itu saat Romlah hendak dibawa ke makam. “Emak! Emak Upi! Emak Upi angan bawa! Upi mau Emak! Emak!” panggil anak itu lirih. Semua orang yang melihat menatap iba.
1023.6K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 471 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
Tanah Makamku masih Basah, Mas

Tanah Makamku masih Basah, Mas

gumamnya. Mereka seperti sedang main drama saja. Tidak angin tidak ada hujan, orang –orang itu kocar –kacir ketakutan meninggalkan kuburan yang mereka gali. Namun yang aneh, sebanyak mereka berusaha, tidak bisa ke luar dari sana dan terseret –seret oleh sesuatu tak kasat mata. “Tuan Prapto bilang, Anda tidak boleh mendekati kuburan itu. Bukan istri tuan muda yang ada di dalamnya tapi perantara tumbal.” Riko menjelaskan apa yang dikatakan rekannya tadi.
1025.3K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 732 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Batu nisan berwarna hitam yang mengkilap dengan rerumputan hijau ditambah dengan taburan bunga yang kami bawa membuat makam kakek dan nenek terlihat damai. ‘Tenang aja, Kek, Nek. Aku akan mengharumkan kembali nama kalian. Nggak ada lagi yang akan mengusik namamu, Kek,’ kataku bermonolog dalam hati seraya menyiramkan air di atas makam keduanya. Bangunan kokoh nan megah kjni berada di hadapanku …. lagi. Rasanya serupa tapi tak sama. Entah karena sugesti, aku jadi mau tak mau untuk masuk lagi ke dalam rumah ini.
105.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 118 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
Mati Kembar

Mati Kembar

Kenapa yang seharusnya menakutkan serasa berubah menjadi komedi begini. Ah, dasar dedemit sialan! Aku mengumpat begini bukan tanpa alasan, melainkan seorang sahabat dulu mengingatkan aku kalau seandainya mahluk tak kasat mata muncul tiba-tiba di depan kalian. Langsung maki saja agar ia kabur dan menghilangkan dirinya dari kita. Benar saja umpatan itu ternyata berhasil juga membuat si dedemit itu kabur. Semoga kali ini ia tak berani lagi menunjukkan wujud hancur itu padaku.
105.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 221 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
My Step Brother

My Step Brother

Aku mengangguk, melepas Safety Balt dan mengikutinya yang keluar duluan. Aku rasa Nathan juga merasa canggung, dan itu bisa dimaklumi. Masih mengikutinya yang berjalan lebih dulu melewati jalan setapak dimana samping kanan dan kirinya pemakaman, Nathan berhenti disatu makam yang lumpurnya masih basah dan bertaburan bunga yang masih baru. Katherine Kurniawan, nama yang tertera dibatu nisan yang masih terbuat dari kayu.
9.825.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 776 Vezes como rumput untuk makam
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status