Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

dan menolak semua emosi dan koneksi sebagai "kotoran duniawi" Penduduk desa memiliki mata yang kosong dan suara yang datar. Mereka telah mengasingkan diri dari keluarga mereka, berhenti bercerita, berhenti bernyanyi. Desa itu sunyi—terlalu sunyi. Ini adalah karya The Silence. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan bujukan halus—meyakinkan mereka bahwa dengan melepaskan makna, mereka akan menemukan kedamaian.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Matanya menatap ke atas ke balok es bening yang sekarang tergantung di tempat Ryan tadi berdiri. Di dalam es itu, siluet Ryan terlihat jelas dari luar, beku sempurna, setiap detail wajah dan pakaiannya tersegel di balik dinding kristal yang dingin. "Senang rasanya?" Silas berbicara ke arah balok es itu, suaranya tenang kembali seperti sebelum pertempuran dimulai. "Ini adalah energi dingin yang kukumpulkan dari wilayah es paling utara selama bertahun-tahun."
1065.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai silent cry
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
ARYA_RELOAD
aneh cerita lelang nya masa iya si Rian nawar barang 4 00M sampai 1,6 triliun dia sendiri yg naikin wkwkwk normal nya kan harus nya ada lawan yg naikin harga baru Riyan lawan naikin harga, lah ini Riyan sendiri yg naikin harga kan koplak wkwkwkwk
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Cinta Dalam Keheningan

Cinta Dalam Keheningan

Ian kembali ke rumah setelah memberikan kesaksian di kantor polisi. Saat itu sudah lewat tengah malam. Baru melangkah masuk ke rumah, dia langsung merasa ada yang tidak beres. Terlalu sepi. Rumah mewah yang begitu luas itu gelap gulita, sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan. Suara serangga dan angin dari halaman belakang justru terdengar menusuk telinga di tengah kesunyian itu.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
DI ANTARA DUA MAFIA : DALAM PELUKAN MUSUH

DI ANTARA DUA MAFIA : DALAM PELUKAN MUSUH

“Kau bisa dapat semuanya, Dendy. Wilayah. Kekuasaan. Dan aku. Jika kau mau.” Dendy tetap diam. Sylvania semakin mendekat—terlalu dekat Hingga bibir mereka terpaut beberapa inchi. “Kau lupa,” bisik Sylvania. “Aku yang pertama tahu cara membuatmu bicara tanpa suara.” Dan saat ia mencoba mendekat untuk mencium— Suara langkah terdengar dari balik kegelapan. “Cukup. Jangan mainkan drama mu lagi Sylvania.”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

kata pelayan itu dengan wajah yang dibuat sinis. Lalu pelayan perempuan itu pergi meninggalkan Simon dari sana. Ia kembali melakukan pekerjaannya. Simon masih memandangi perempuan itu. Ya, Simon adalah barista yang ada di cafe itu. Cafe itu bernama Cafe Senandika. Di sanalah Simon bekerja, sudah 3 bulan lamanya ia bekerja disana. Simon berasal dari kota Bandung. Ia merantau di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
Sweet Chaos

Sweet Chaos

lanjut Quin dengan nada lembut. Sena seperti tersihir oleh perkataan Quin. Gadis itu mendadak mengangguk dengan patuh. Ketika Quin mengacak-acak pelan rambutnya, Sena bahkan sedikit menaikkan sudut bibirnya. Detik berikutnya, lagu You Are My Sunshine mengalun lembut dari bibir Sena. You are my sunshine My only sunshine You make me happy When skies are grey You’ll never know dear
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

sambungku sembari tersenyum kearahnya. Septian menatapku tanpa membalas ucapanku. Lift pun menjadi hening. Aku pun tidak bisa berkata-kata. Mata milik Septian seakan mengunciku. Ini pertama kalinya aku mendapati Septian yang menatapku lembut. Mata itu menunjukkan rasa senang, namun bibirnya sama sekali tidak tercetak senyuman. Di sisi lain, lewat mata itu aku bisa merasakan sesuatu yang kelam, yang tidak kuketahui apa itu. TINGGGG!!
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
Elegi Syila

Elegi Syila

Seolah bagai elegi yang mengiringi kepedihan di setiap tarikan napas. Akankah semua akan baik-baik saja setelah ini? Bahkan untuk memikirkannya saja ia tak sanggup. Ia sangat lelah. Lelah sekali hingga ia tak yakin dirinya bisa membuka mata kembali. Dinginnya suhu udara memaksanya meringkuk di lantai. Ketika kegelapan mulai merayap oleh rasa lelah dan kantuk di antara isak tangis dan air mata yang menetes terakhir, badannya terasa ringan. Melayang seolah bebannya terangkat. Mengumpulkan segenap kesadarannya yang tersisa, Syila membuka kelopak mata. Bayangan seseorang mendekapnya erat. Membawanya ke atas kasur lantas menyelimutinya. Kehangatan yang sejak tadi diinginkannya. Samar suara parau
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

sapa Ruby, suaranya terdengar serak dan tertahan. Di seberang sana, hening. Tidak ada suara latar, tidak ada desah napas. Hanya keheningan yang entah kenapa terasa sangat mengintimidasi. "Halo? Ini siapa?" tuntut Ruby, berusaha menyuntikkan sedikit keberanian pada nada bicaranya yang goyah. Namun, sedetik kemudian... Klik. Panggilan itu diputus sepihak.
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

Cahaya putih itu menyapu segalanya. Suara Bill, Eldric, Seraphine, bahkan deru sayap Nhyros lenyap begitu saja. Yang tersisa hanyalah keheningan. Ayundria berdiri di atas permukaan air hitam yang berkilau seperti kaca. Langit di atasnya kosong, tanpa bintang, hanya retakan samar yang menyala merah. Lalu terdengar suara. Bukan suara dari luar, melainkan suara dari dalam dirinya. "Apakah kau kunci ataukah kau hanya pecahan? Apakah kau hidup ataukah hanya pintu yang menunggu dibuka?"
10804 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai silent cry
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status