From Your Eyes Only
Malam kedua aku mencoba tidur pukul sepuluh malam berharap tubuhku bisa tidur lebih lama, tapi tetap saja, pukul dua pagi, mataku terbuka lebar.
Hari ketiga, aku coba tidur lebih malam, sekitar pukul setengah sebelas. Hasilnya? Sama saja. Jam dua dini hari, aku kembali terjaga. Sejak malam keempat, aku mulai pasrah. Mungkin ini memang jam biologisku yang baru. Daripada memaksa begadang hanya agar bisa bangun lebih siang, aku memilih tidur lebih awal, jam delapan malam. Minimal aku bisa tidur enam jam penuh dan itu sudah sangat berkualitas. Tidak mungkin aku ambil risiko dengan begadang agar bisa bangun lebih siang, itu bisa mengerus kesehatanku, apalagi aku sedang dalam masa pemulihan pasc
ตอนยอดนิยม