Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara

Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara

Aku harap keluarga itu bisa diberitahu dengan tenang dan diberi pengertian. Aku sampai di sana tepat 10 menit setelahnya, dengan langkah secepatnya aku membuka pintu gerbang setinggi 1 meter lalu berjalan pelan mendekati ruang tamu yang terdengar begitu ramai. Dan bergerak seminimal mungkin agar orang tidak menyadari kehadiranku.
9.6173.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
DATE ME PLEASE!

DATE ME PLEASE!

Aku berdiri di dekat pintu, duduk sebentar, lalu berdiri lagi karena gugup. Aku mengecek napas. Bau mint—aman. Beberapa menit kemudian, pintu terbuka. "Miss Celine Nathalia?" Seorang wanita dengan blazer marun dan clipboard memanggilku. “Yes, that’s me!” kataku agak nyaring dan terlalu cepat. Wanita itu tersenyum formal. “Silakan masuk.” Ruangan 12-B ternyata tidak sebesar yang kubayangkan. Tapi meja kayu besar di tengah dan rak majalah di dinding menampilkan banyak edisi berjudul SportsMind, Reins Quarterly, dan Ashwood Weekly.
747 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
Tujuh Tahun Menjadi Rahasia

Tujuh Tahun Menjadi Rahasia

Membiarkannya berkeringat dingin hingga kerah baju mahalnya basah kuyup. Dia menghela napas dan suaranya melembut. "Oke, aku akui Sunny teman masa kecilku. Tapi itu waktu kecil. Sudah tujuh tahun penuh kami nggak pernah berhubungan. Kirim pesan pun nggak pernah." "Sayang, begitu kontrak ditandatangani, aku akan mengumumkan hubungan kita kepada semua orang." "Kamu satu-satunya bagiku. Satu-satunya cinta sejatiku."
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

Tidak terlalu banyak omong seperti Nazwa. Butuh waktu 3 menit dimana Devan menjelaskan pemakaian mobil sportnya dan selingi tawa betapa takutnya lelaki itu kalau-kalau saja Hana salah teknis dalam membawanya. Oh.. Katakan saja sebenarnya Devan khawatir batin Yasmine yang sedari tadi tertawa melihat interaksi cucu kerennya dengan Hana yang polos.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

gerutuku sebal Hai hujan Lihat lah diriku Aku menunggu Menanti dengan ragu Dia yang membelenggu Dalam ruang kelabu Hai hujan Lihatlah diriku Yang terbelenggu Rentang waktu Hingga ragu Mengharu biru Hai hujan Aku tau Tak penting bagiku Merajuk Karna Hidup Bukanlah soal waktu “haaaaaaaaaah...ya sudahlah “pikiirku merapikan diri dan ruangan,memojokkan tiap hadiah agar tak memenuhi ruang tidur tempatku dan dia merebahkan diri. “Kruyuuuuuuuk..” “Looh,aku lapar ternyata..”kataku Ternyata aku keasikan melamun sampai melupakan waktu makan malam ku
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
Two Times

Two Times

"Wah udah gak kerasa nih i radio Friends, sudah satu jam saya menemani kalian disini." "Saatnya saya pamit undur diri dan jangan lupa acara selanjutnya tips kawula muda dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang hari ini 24 Desember 2020, saatnya Nara pamit undur diri, bye." Sepertinya aku pernah mendengar suara ini.. Sesaat aku membuka mataku, dan tak lama.. Mengapa aku berada disini ?? Bukankah tadi aku bersama dengan Zayn ??
8.68.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
The Second Time We Met

The Second Time We Met

Hari hampir gelap ketika aku keluar dari kamar mandi. Hal pertama yang aku lakukan adalah mengecek ponsel yang sengaja aku simpan di meja lampu. Persis seperti dugaanku, tidak ada pesan sama sekali. Itu pertanda bagus. Tiga jam tanpa ponsel dan aku baik-baik saja. Besok aku akan menambah durasinya menjadi enam jam. Mungkin delapan. Aku tidak begitu yakin tapi ini membuatku sangat bersemangat.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hal pertama yang kulihat saat aku terbangun adalah langit-langit yang penuh noda air. Udara terasa pekat dengan bau disinfektan yang menusuk. Aku melirik jam di dinding. Enam jam lagi sebelum aku mati. "Clara? Clara, Sayang, kamu bisa dengar aku?" Sebuah suara, begitu akrab namun terasa jauh menarikku kembali dari kegelapan.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

Wajahnya merah bukan karena dingin, tapi karena puas. Script supervisor berlari kecil mendekat dengan stopwatch di tangan. Matanya membesar di balik kacamata yang berembun. "Dua belas detik," katanya, setengah berbisik. "Dari rokok nyentuh tanah sampai pistol nempel dagu. Dua belas detik, Rick. Take satu."
10655 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai twelve minutes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status