Suami Wasiat Kakek
Ia mendudukkan dirinya di kursi itu, mencoba seberapa nyaman kursi itu hingga Rafka betah berlama-lama.
“Pantas saja Mas Rafka nyaman di sini, kursinya empuk banget. Ha ha ha,” gurau Katarina terkekeh norak.
“Norak kamu, Katarina!” hardiknya kepada diri sendiri.
Katarina menikmati duduk di kursi kerja Rafka, membayangkan jika suatu saat ia duduk dengan tangan Rafka yang melingkar dilehernya. Bak mimpi yang entah terjadi kapan, bayangan-bayangan indah yang pernah ada dipikirannya dulu. Sebelum menikah dengan seorang pria es batu yang dingin seperti kutub utara itu.
ตอนยอดนิยม