Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Dua Halilintar

Pembalasan Dua Halilintar

[Mark pada target Bison dapat anda gunakan, dia sedang melakukan pertemuan rahasia dengan tujuh pemimpin dari rumah pembunuh] Bagas mengunci pintu kamarnya, saatnya untuk mendapatkan informasi. Bagas duduk di atas kasurnya, dia memejamkan mata. [Magic Soul Exchange digunakan, mark didapatkan. Target: Bison] Splash! Dan, mata Bagas terbuka sekarang. Dia sedang duduk dan menggunakan tubuh jenderal Bison. Sedangkan, jiwa Bison sendiri tak sadarkan diri. Bagas melihat dengan matanya, dia tidak boleh terlihat berbeda dari Bison. Dia melihat di depannya, tujuh orang yang duduk saling berhadapan dan meja panjang di depan Bison.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Jabakan Maut Sahabatku

Jabakan Maut Sahabatku

Ini adalah cara yang sama yang pernah kugunakan untuk menyingkirkan sahabat suamiku yang bejat itu. “Hana, maaf sekali. Karena aku, kamu sampai harus menggunakan cara menjijikkan ini untuk menyelesaikan masalah. Sebenarnya ini juga nggak ada hubungannya denganmu, bagaimana kalau kamu nggak perlu ikut campur? Biar aku langsung lapor polisi saja.” Ujar Lina meminta maaf sambil meneteskan air mata. Dia bahkan menampar wajahnya sendiri dua kali hingga meninggalkan bekas kemerahan.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Di tengah kerumunan itu, Siska dan Kimberly—dua sahabat setia Seline—berdiri dengan wajah merah padam. Mereka tidak tahan lagi melihat Batari yang mereka anggap sebagai parasit itu menghancurkan hidup Seline. Saat Batari hendak masuk ke toilet wanita yang sepi, Siska menarik bahunya dengan kasar, melempar tubuh Batari hingga membentur pintu bilik.
10578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Si Bangsawan dan Gadis Desa

Si Bangsawan dan Gadis Desa

Entah kenapa, ia merasa pohon-pohon di sekeliling hamparan rumput menjadi buram, dan hampir semuanya seolah tertutup kabut. Carlos mengecek kedua matanya agar penglihatan jelasnya kembali, tetapi tidak. Apa yang ia lihat masih buram kecuali hamparan rumput yang ia pijakki. Diantara keheningan itu, suara wanita tiba-tiba muncul. "Carlos, tolong!" Carlos otomatis balik badan mencari sumber suara. Namun, selain pandangan buram, ia tidak menemukan apapun! Apapun!
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Si Bungsu Shintya

Si Bungsu Shintya

Sahut Nining dramatis. "Jadi, gk?" Lanjutnya. "Main apa emang?" Tanya Shintya. "Emmm... Ah, main Jurnet aja" Nining memberi idenya. "Yoklah, enak main beginian." Ujar Leli penuh semangat. "Nah, tadi nyindir. Sekarang mah tertarik." Sinis Nining. "Hahahah... Masbuloh?" "Ya..masbuge lah. Hahahaha..." Ucap mereka serempak.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Nature Squad

Nature Squad

tanyanya mencoba untuk mebuat gadis itu takut padanya. "Selama kamu bukan zombie itu bukan masalah," jawab gadis itu. Entah Wina serius dengan jawabannya atau hanya bergurau saja yang pasti ia todak akan pernah pergi. "Selamat malam, Tuan Babas yang terhormat," sapa Bintang di ambang pintu. "Usir dia, Win," perintah Baskara tanpa menjawab sapaan sahabat jeniusnya itu.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Balasku sembari mengambil ponsel yang ada di dalam saku blazerku. "Lo gimana?" Lanjut ku setelah berhasil menemukan ponsel dan menempelkan telunjuk jari tanganku untuk membukanya. Kulirik Salsa meringis. "Semuanya gue ngarang." Ucapnya tanpa beban sama sekali. Aku membuka aplikasi w******p sebelum kembali menimpali ucapannya. "Tapi selese?" Salsa menggeleng. "Kurang tujuh kalo nggak salah. Otak gue udah mau meledak mikirnya."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Pohon yang tingginya kisaran enam meter itu cukup membantunya untuk mengurangi rasa gerah yang menderanya. Tepat di dekat batang pohon, ada kursi bambu rakitan yang berbentuk memanjang. Lagi-lagi Ameera melakukan hal konyol di sana. Ia merebahkan tubuhnya di kursi bambu dengan posisi terlentang. ***
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Bukankah pulang dengan membawa status sebagai janda yang ditinggal mati lebih baik, daripada hidup seperti suami istri, tetapi di dalamnya menyimpan bom yang bisa meledak kapan saja. “Lihat!” Aku menunjukkan test pack dengan dua garis merah itu. “Apa itu?” “Test pack. Aku hamil.” Bang Asman tampak kaget, tetapi tak lama, kemudian dia tertawa keras. Saking gelinya, dia menepuk-nepuk paha sendiri. Bahkan aku melihat bulir bening yang menetes dari sudut matanya. Hai, apa ada yang salah dengan pernyataanku?
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai bunshinsaba 2
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status