Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
"Ini cuma hari pertama. Besok pasti menemukan sistemnya. Semoga saja."
Ia melangkah keluar Pustu tepat pukul lima sore, hatinya terasa sedikit lebih ringan walau otaknya terasa kebas dan sudah nyaris meledak. Stafnya ramah, pasiennya polos, tapi perutnya? Aduh, perutnya sudah protes minta diisi, menjerit minta perhatian sejak istirahat makan siang yang hanya diisi biskuit gabin dan air mineral itu. Pukul tujuh malam, alarm kelaparan sudah meraung di batas ambang kebisingan, serasa genderang perang dari dalam lambungnya sendiri. "Malam ini," tekad Lidya bulat, "aku akan menemukan kebebasan kuliner sejati di Cirebon. Nasi jamblang, empal gentong... nama-nama itu sudah menari-nari di fantasiku
ตอนยอดนิยม