Kami Bisa Tanpamu Mas
Cukup Nirmala yang pergi meninggalkanku, jangan sampai Gianira juga pergi dariku dengan membawa kekecewaan yang sudah kuperbuat kepadanya.
Gianira masih tidak memberikan respon, punggungnya masih berguncang, menandakan tangisnya belum juga reda. Sementara aku, aku sudah putus asa untuk membuatnya bicara kepadaku.
Gianira hanya diam, tidak melakukan apapun. Tiba-tiba aku teringat perkataan bijak yang pernah kubaca, jika titik lelah seorang wanita adalah saat dirinya diam seribu bahasa. Dia tidak akan lalgi meminta apalagi menuntut kamu melakukan sesuatu seperti yang dia mau. Dia memili diam membebaskanmu melakukan apa saja demi mengindari perdebatan yang sia-sia, dan itu artinya dia sudah pad
Hot Chapters