Dream first class
Katanya, “untuk apa mimpi dikejar-kejar? Kan tinggal tidur saja kalau ingin bertemu mimpi.”
Bisa dibilang itu adalah pemikiran yang dangkal, tapi aku tidak bisa berkata begitu, sebab mereka adalah orang tuaku. Yang dangkal itu aku. Tidak tahu diri sudah susah payah dibesarkan, besar-besarnya malah belajar minggat. Tapi percayalah, ini untuk masa depan. Jika ingin meraih hal yang besar, kita harus berani mengorbankan hal yang besar pula. Tapi minggat dari rumah itu tindakan yang tidak dapat dibetulkan. Lagipula, aku tidak minggat. Ayah dan Ibu tahu dan izinnya berdasarkan syarat yang tadi. Meski tidak tahu pasti apakah cara ini akan berhasil atau tidak, aku tetap mengangkat koper untuk pergi
Hot Chapters