Setelah Istriku Memilih Pergi
Namun, di sisi lain, ia tahu Raka mungkin tidak akan menyetujui keinginannya.
Ketika Raka pulang malam itu, Sarah mencoba membuka pembicaraan. Ia menunggu momen yang tepat, dan itu datang ketika Raka sedang duduk santai di ruang makan, menyeruput teh hangat.
“Mas, tadi siang Pak Jeno menelepon,” kata Sarah pelan.
Raka mengangkat alis, meletakkan cangkirnya di atas meja. “Dia lagi?”