Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Penyesalan yang mendalam berubah menjadi air mata, mengalir tanpa henti. “Maafin Mama, Dimas. Maafin Mama.” “Mama yang salah. Harusnya Mama nggak pergi beli sayuran. Ini semua salah Mama.” Dimas menahan sakitnya, tersenyum padaku. “Ma… Dimas mau pulang,” ucapnya pelan. Aku mengangguk cepat. “Ya, kita pulang.” Malam itu, tak ada seorang pun di rumah. Setelah memastikan kondisi Dimas, aku buru-buru mengemas barang-barang. Keesokan paginya, aku dan Dimas berangkat ke stasiun.
10.0K viewsCompletedAdded to Library 378 Times as puisi pergi
Read
+Library
Sir Abraham, Love Story

Sir Abraham, Love Story

Pergilah menjauh Pergilah mendekat Lebah mungil terbang mencari sang ibu XWY●RQXWY●RXWYR● Bersenandung menirukan sebuah lagu Pergilah menjauh Pergilah mendekat Kehampaan hati hanya kita yang tahu Kembali bersenandung menirukan sebuah lagu Untuk semua yang saling berpasang-pasangan Pergilah mendekat "Apa itu?" Stevan membaca sekali lagi pesan aneh yang sepertinya sengaja ditinggalkan oleh Yuta. Puisi kah? Atau semacam kode rahasia?
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 479 Times as puisi pergi
Read
+Library
Kepergian bayiku, Kematian Pernikahanku

Kepergian bayiku, Kematian Pernikahanku

Percaya bahwa jika cukup banyak bagian dari dunia lama itu tetap utuh, sebagian diriku akan melangkah masuk lagi ke dalamnya. Dia tidak pernah mengerti bahwa aku tidak akan pernah kembali ke versi mana pun dari kehidupan itu. "Nggak ada lagi yang perlu kamu sesali, Adrian," kataku. Aku membuka pintu. Bau disinfektan memenuhi lorong, tetapi di ujung sana ada jendela yang sedikit terbuka, dan udara sejuk mengalir pelan. "Tempat itu seharusnya sudah terbakar sejak lama."
23.1K viewsCompletedAdded to Library 669 Times as puisi pergi
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 267 Times as puisi pergi
Read
+Library
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

bisik Anya panik, matanya terus melirik ke arah pintu perpustakaan yang mulai terbuka. "Aku pergi. Ingat pesanku," Bagas memberikan satu anggukan mantap sebelum menghilang ke taman belakang dengan langkah tanpa suara, meninggalkan aroma cendana yang masih melekat kuat di kulit Anya. Anya berdiri mematung di posisi semula. Ia menghirup napas panjang, mencoba menetralkan degup jantungnya tepat saat Gusti melangkah keluar.
806 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as puisi pergi
Read
+Library
Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Ketika teman-temanku memberikan undangan pesta, aku pasti akan selalu menolak. Lukisan cat minyak yang belum selesai di atas kanvas tertutup dengan debu tebal. Bahkan aku tidak pernah lagi mendatangi toko buku favoritku sejak itu. Aku menghabiskan anggur di dalam gelas, lalu berkata, "Ya, aku rela." Karena mereka rela meninggalkanku, jadi aku tentu saja juga akan rela meninggalkan mereka. Pada pukul tiga pagi, aku pulang dengan bau alkohol di sekujur tubuhku.
8.1K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as puisi pergi
Read
+Library
Aunty Cantik untuk Daddy

Aunty Cantik untuk Daddy

Miso jisgireul baraeyo [Aku harap kamu bisa tersenyum bersamanya] Geudaega meoreojin mankeum [Seiring kamu pergi menjauh] Siyaga heuryeojineyo [Kamu perlahan memudar] Saranghaessoessgin ttaemune [Karena kita saling mencintai] Uri majimak insareul haeyo [Mari ucapkan perpisahan terakhir kita] I sigani gagi jeone [Aku berdoa sebelum waktu ini berakhir] Haengbokhaeyo geugeol bireoyo [Kamu bisa menemukan bahagia] Gieokhaeyo saranghaessdan geol [Mari jangan lupakan cinta kita] Uri [Kita] Uri [Kita]
106.0K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as puisi pergi
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as puisi pergi
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as puisi pergi
Read
+Library
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana Pagi Cepatlah berganti Sampaikan pada mentari Berikan pesan agar dia kemari Setelah berpuisi aku tertidur lelap.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as puisi pergi
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status