MADU SATU MERTUA
ujarnya.
“Saya sudah bilang sama rasti, Mbak Hantri. Tapi, dia belum mau. Iya, coba dibujuk saja Rasti-nya. Bagaimanapun, mereka kan orang tua Astuti. Kalian saudara. Yang sudah berlalu ya sudah. Biar Astuti tenang di alam sana kalau melihat anaknya bisa akur sama saudaranya.” Watri ikut menimpali karena yang datang Hantri. Adik Astuti itu sedikit berbeda dari sang ibu. Ia lebih sopan dan menghargai orang lain.
“Nggeh, Mbah. Saya atas nama bapak dan ibu minta maaf untuk semuanya. Yuk, Rasti, pulang, Nduk. Temui eyang,” ajak Hantri.
Hot Chapters