Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warungku Ditutup Jin

Warungku Ditutup Jin

Belum sempat mengutarakan maksud kedatanganku, Mbah Prapto langsung berbicara. "Warungmu sepi karena ada yang jahil, warungmu menghadap ke selatan 'kan? Warna cat temboknya putih dan di halaman ada pohon asem juga ada pohon mangga. Kalung istrimu ditukar sama ibunya sendiri dengan kalung yang lebih murah harganya," ucap laki-laki berkumis tipis dan memakai topi dibalik itu. Seketika aku langsung menoleh ke samping kanan di mana suami Mbak Erlin duduk.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

kata Inung menjelaskan. "Nasi uduk?" Emily tampak sedikit bingung. Lalu dia mencium bungkusan nasi itu dan segera saja aroma sedap nasi uduk itu menyentuh indera penciumannya. "Iya, beli di warung Mpok Leha. Itu yang warungnya di depan sana," kata Inung sambil menunjuk ke arah yang dimaksud. "Sepertinya enak," kata Emily setelah mencium aroma sedap dari nasi uduk itu.
9.6286.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.6K kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Bukan cuma hangat, tapi tempat yang bisa membuat mereka aman. Hidungnya menangkap aroma samar. Aroma kaldu ayam dan bawang goreng yang menguar dari sebuah gang kecil. Seperti panggilan sirene bagi perutnya yang kosong, ia mengikuti wangi itu. Di sanalah ia menemukannya: sebuah warung makan sederhana dengan spanduk pudar bertuliskan “Warung Makan Bu Sumi”. Pintunya terbuka. Di dalam, seorang perempuan paruh baya bertubuh gempal sedang sibuk mengelap meja.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Udara malam di gang sempit belakang pasar tua itu selalu lembap dan wangi rempah. Entah dari mana asalnya, tapi setiap orang yang melintas pasti akan menoleh. Di ujung gang, tepat di samping tembok berlumut, berdiri sebuah warung kopi sederhana dengan papan kayu tua yang tergantung miring. Tulisan di papan itu terbaca samar:
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
My Future Huby

My Future Huby

"Hari ini nggak usah sekolah, lo laper kan?" Zea mengangguk, meng iyakan ucapan Bima. Sekarang baru pukul tujuh pagi, Bima berhenti di depan warung bakso bertuliskan 'Akang Ganteng' tempat yang baru-baru ini menjadi tempat faforitnya. Ia dan Zea mengambil tempat duduk di pojokan, beruntung warung itu buka pagi-pagi begini. Cacing-cacing di perut Bima terus berdemo, meminta asupan. Warung 'Akang Ganteng' masih sepi, Bima dan Zea menjadi pengunjung pertama kali ini.
9.43.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Jalan Menuju Jodohku

Jalan Menuju Jodohku

goda Pak Edi. Bu Wati tersenyum, mereka menikmati sarapan mereka lalu Pak Edi berpamitan berangkat kerja. *** Amel mengendarai motornya, dia mampir di sebuah warung. Warung itu bertulisakan, Sedia, Menu sarapan, nasi uduk, nasi kuning, lontong sayur. "Bu, nasi uduk satu sama teh anget," ucap Amel setibanya di warung.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Tukang Bakso Jadi Miliarder

Tukang Bakso Jadi Miliarder

Warung itu tampak seperti bagian dari lanskap yang tidak berubah selama puluhan tahun. Kayunya mulai lapuk, atap sengnya dipenuhi karat, tapi aroma masakan menyeruak dari dalam, mengundang siapa pun yang lapar. "Kita berhenti di sini?" tanya pak Karmizi. "Pilihan satu-satunya," sahut Okok.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Damai Dalam Poligami Sesion 2

Damai Dalam Poligami Sesion 2

“Yah kabur.” “Sudah sana jangan ngalangin jalan,” kata Wira sambil melenggang pergi meninggalkan adik perempuannya yang garuk kepala tak gatal. Sementara di tempat lain Ema sedang asyik menikmati semangkuk mie ramen viral yang ditontonnya di media sosial. Bibir merahnya semakin merekah karena level mie pedas tinggi. Mulutnya tak henti mendesis tetapi suapannya juga tak berhenti. Tangan kanan sumpit dan tangan kiri gelas jumbo berisi es teh manis.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
MENGEJAR CINTA DOKTER DUDA

MENGEJAR CINTA DOKTER DUDA

tanya Marzuki yang langsung ke luar dari kamar begitu mendengar suara Inem di ruang tamu. "Ada pak, tapi ..," ucapan Inem terputus. Perempuan itu mengacungkan kantung plastik bening yang mengeluarkan aroma lezat. "Tapi apa Nem? Apa uangnya kurang?" tanya Marzuki. Inem menggeleng. "Uangnya tidak kurang. Justru ada kembalian 15 ribu. Saya tadi hendak mengatakan kalau satenya ada tapi perlu waktu lama untuk mempersiapkan dan membakar satenya karena warungnya baru saja buka, Pak," sahut Inem.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
MISTERI GADIS KEMBAR

MISTERI GADIS KEMBAR

Tak lama kemudian, dia pun terlelap. Tak terasa, hari pun beranjak sore. Rasa lapar yang kian mendera membangunkan Wati dari tidurnya. Demi untuk membeli makanan, akhirnya wanita itu pun menekan egonya. Dia segera beranjak meninggalkan rumahnya untuk pergi ke warung Bi Mumun, satu-satunya warung yang ada di Desa Dayoh. “Bi ... beli mie instan dong, dua. Gulanya seperempat sama kopi satu,” ujar Wati.
9.914.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status