Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AMBIL SAJA SUAMIKU

AMBIL SAJA SUAMIKU

Jauh dari rumah kakek neneknya. Rumah Mayang adalah rumah semi permanen yang tampak seperti belum selesai dibangun. Sebagian dindingnya bagian depan adalah bata merah, sementara bagian samping hingga belakang terbuat dari papan. Ada warung kecil berisi sayur-sayuran dan lauk-pauk dalam bungkus-bungkus kecil terhampar di atas meja kayu. Dari jauh aku melihat Ibunya Mayang sedang melayani satu pembeli terakhir. Kebetulan sekali, karena kami datang sudah sore, warungnya sepi. Sisa sayuran yang belum laku tampak layu.
1093.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
Mimpi Buruk Di Depan Bar

Mimpi Buruk Di Depan Bar

Orang yang duduk di sampingku saat reuni SMA, orang yang tersenyum sambil bilang ‘lama nggak jumpa’, lalu terus-menerus menuangkan alkohol untukku. Bio profilnya hanya terdiri dari satu baris kalimat, [Stok masih banyak, akan diperbarui pelan-pelan.] Di profinya juga ada video-video lain. Foto postingannya lewat satu per satu. Gadis yang sama, ruangan yang sama, tapi dari sudut pandang yang berbeda. Ada satu video dengan sudut pandang yang sangat unik, tepat menghadap ranjang, posisinya tinggi, seolah-olah ada sesuatu yang dipasang di atas lemari.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

Apalagi jalan depan rumah kami juga relatif ramai, karena jalan adalan jalan penghubung ke desa kabupaten sebelah. "Gak perlu pakai gerobak mas, pakai meja aja, nanti teras kita ditambah seng, terus lantainya disemen dikit untuk orang makan ditempat." "Memang kamu ada tabungan berapa?" "Ada dua jutaan mas, cukuplah kalau untuk buat warung kecil-kecilan," sahutnya. "Besok mas tanya-tanya dulu sama toko bangunan di depan."
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 854 kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Jarinya menunjuk sebuah warung yang ada di depan mereka, sekitar 30 meteran jaraknya. “Iya Dik, kita coba mampir ke sana ya,” ucap sang kakak. Sang kakak pun melangkah ke warung itu, dengan langkah agak bersemangat. “Permisi Pak, bolehkah saya dan adik saya menumpang makan di sini?” tanya sang kakak, dengan wajah penuh harap. “Waduhh! Maaf Dek, warung ini mau tutup sudah sore,” jawab sang pemilik warung ketus, padahal dia biasa tutup jam 7 malam.
9.963.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Sopir Bapak

Terpaksa Menikahi Sopir Bapak

“Permisi, Pak. Ada tempat istirahat yang ada warung makan di sekitar sini gak ya?" “Oh ada, Mas. Warung Mbok Nah!” jawabnya ramah. “Enak, murah, semua orang sini pasti kenal. Ikuti jalan ini sampai ujung sawah, nanti rumah joglo besar di kiri jalan. Itu warungnya!" Aku dan Bram mengikuti petunjuk itu. Melewati jalan yang bertanah basah karena jejak hujan. Warungnya bergaya klasik dengan tampilan kuno tapi elegan
1063.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Aku langsung berangkat menuju warung Dewi. Setiba disana warung ternyata tutup. Aku mulai bingung. Kenapa warung Dewi tutup. Aku mencoba mencari tahu tentang keberadaan keluarga Dewi melalui orang-orang yang tinggal di sekitar warung. Dan syukurlah ada seorang tetangga yang mau menunjukkan dimana rumah Dewi dan keluarganya tinggal. Karena warung Dewi itu hanya untuk tempat usaha jadi mereka tinggalnya terpisah dari warung.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

Di depan rumah berlantai dua itu ada warung yang cukup di penuhi dengan aneka kebutuhan sehari-hari "Wa'alaikumsalam!" balas lelaki yang sibuk menata aneka dagangan di warungnya. Lagi-lagi Rani mengernyitkan dahi. Menatap banyaknya dagangan Pak Parlin, sementara di kampung ini hanya ada lima sampai sepuluh rumah yang di huni. Yang lainya, kosong tidak berpenghuni. "Rani!" Panggilan Siska membuyarkan lamunan Rani. Gadis berkerudung itu melewatkan apa yang sudah Pak Parlin jelaskan beberapa saat lalu.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami mendaftarkan lagi barang-barang apa saja yang sekiranya harus dibeli lagi karena kurang, sebelum seorang wanita paruh baya lewat di depan rumah kami dan menyapa. “Selamat sore, Mas dan Mba pasutri yang akan tinggal di sini ya? Perkenalkan, saya Rukmi, panggil sama Bu Rukmi. Tinggal di rumah sebelah sana.” Ia menunjuk rumah bergenting warna hijau yang di pekarangannya banyak tanaman. “Selamat sore, Bu. Kami belum menikah, tapi ya segera. Saya Rama, ini Maria.” Aku menyalami Bu Rukmi, Maria juga.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
21 Days in Sukabumi

21 Days in Sukabumi

Aku bermonolog sembari berwaspada terhadap genangan air yang mengintai. Sampailah mata ini menangkap sebuah bangunan rumah kecil yaitu warung di pinggir jalan. Rumah warga juga sudah terlihat dari sini, tak dipungkiri rasa lega pun menghampiri. Sudah tak ada lagi jalan berkelok, kuucaplah syukur. Akan tetapi, perasaan kembali tegang saat memandang sebuah tanjakan yang tidak terlalu terjal di depan sana.
9.810.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai warung depan rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status