BEHIND
Tak pernah kurasakan sajian ini sebelumnya, tetapi demi mendapat mangsaku esok, semua rela kulakukan.
Kulirik jam pada salah satu dinding kafe. Sudah terlampau dini bahkan hampir pagi, sedangkan Jo belum juga tersadar dari mabuk yang membelenggu. Beruntung kafe ini beroperasi hampir dua puluh empat jam penuh, jika tidak sudah pasti kami akan terlantar di jalanan.
Ah, sebenarnya apa peduliku? Bisa saja kutinggal pria ini sendiri, tetapi karena ia mangsa yang harus kuhabiskan malam nanti, menjaganya adalah hal yang penting saat ini.
Hot Chapters