Please Me, Dear Boss
Lima menit kemudian, setelah keluar dari toilet dan hendak kembali ke kubikelnya, langkah Kanaya tiba-tiba terhenti.
Seorang pria berseragam kurir berdiri tak jauh darinya, membawa cup kopi dan paper bag kecil.
“Mbak, maaf,” ujar sang kurir sopan. “Atas nama Kanaya yang mana, ya?”
Kanaya menoleh, sedikit bingung. “Saya, Bang. Saya Kanaya.”
“Oh, bagus,” kata sang kurir lega. “Ini pesanan atas nama Mbak Kanaya. Mohon diterima, ya.”
Bab Populer