Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Aku kemudian pelan-pelan ikut bangkit, lalu bertahan dalam posisi duduk dengan kedua lutut ditegakkan sebagaimana Rafika.
Namun, baru juga beberapa saat, kain-kain jendela tampak bergerak-gerak dengan sendirinya. Padahal, kesemua jendela itu dalam kondisi tertutup rapat.
"Kenapa? Apakah kamu sedang mencari sesuatu?"
Rafika yang kini dalam posisi membelakangi pintu, sepertinya belum menyadari apa yang membuat tatapanku tidak bisa fokus pada satu titik.