Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

"Winda, kamu ini sebenarnya marah kenapa…" Dengan lemas, dia memesan makanan pesaan antar. Dia makan dua suap saja asal-asalan dan menahan nyeri di perutnya sebelum akhirnya tertidur pulas. Suara dering ponsel menggelegar seperti mantra pemanggil arwah ketika hari sudah pagi. Tama meraih ponselnya, nama asistennya yang panik berkedip-kedip di layar.
27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Berat dan sesak. Gelas itu hampir saja terjatuh dari genggaman, saat Senja mengingat kembali ucapan Bening di bawah rinai hujan sore itu, beberapa tahun silam. *** "Fadil, sudah dapat informasi tentang gadis itu?" Bu Silvy menarik asisten pribadi anaknya itu ke ruang perpustakaan keluarga, untuk menghindari tatapan kecurigaan orang yang melihat.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

Purnama terdiam sesaat, haruskah ia menerima ajakan Surya? "Diam berarti iya." Surya menyimpulkan sendiri lalu menutup panggilan. *** Adzan Maghrib telah berkumandang beberapa saat yang lalu, Langit bersama ayah Purnama shalat berjamaah di mushola sementara Purnama bersama ibunya shalat di rumah. Tok! Tok! Tok! Suara pintu diketuk membuyarkan kekhusuan Purnama yang baru saja selesai menuntaskan kewajibannya sebagai seorang muslim.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Entahlah, semua terasa tak pasti. Aku menghabiskan waktu dengan membereskan pekerjaan rumah di lagi hari, saat matahari beranjak naik, aku berangkat ke Lolita. Menyibukkan diri demi mengusir gundah gulana. Seperti saat ini, siang yang terik dan Lolita sepi sekali. Mungkin efek bulan tua, atau karena ini hari Selasa sehingga orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, tak memiliki waktu untuk sekadar ke salon. Aku dan Meri duduk di kursi sambil memegang gadget masing-masing. Mataku mengarah ke layar ponsel, tetapi pikiranku sudah berlari hingga ke Kutub Utara. Aku lelah dengan pikiranku sendiri, tetapi aku tak tahu bagaimana cara melepas semua pikiran itu.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
NGAMAR ATAU BAYAR
Baca
+Pustaka
Istriku Hanya di Atas Kertas

Istriku Hanya di Atas Kertas

Bab 56 – Reinkarnasi Data Dunia kembali hening. Setelah ledakan cahaya itu, langit menjadi putih keperakan selama tujuh hari penuh. Tak ada sinyal, tak ada peperangan, hanya angin dan langit kosong. Orang-orang yang selamat menyebutnya Hari Keheningan. Mereka percaya alam sedang menata ulang dirinya—menghapus dosa manusia dan membuka lembaran baru yang belum pernah ada sebelumnya.
929 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

Nada pianonya dipenuhi aura kesungguhan, seolah-olah seseorang dapat mendengar benturan logam, gema pertempuran—para prajurit berkuda menyerbu medan perang. Gaya pertunjukan seperti itu, nuansa kesunyian yang begitu kuat... Hampir semua orang tiba-tiba mengerti mengapa karya ini diberi judul Distant Homecoming. Komposisinya bertransisi dari kebrutalan pertempuran menjadi keheningan yang lambat dan hening, seolah-olah debu akhirnya mengendap. Ketika nada terakhir jatuh, seluruh aula terdiam membisu—beberapa bahkan meneteskan air mata.
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

tanyaku karna tiba-tiba keadaan menjadi hening yang akan membuat suasana menjadi canggung. “Ya ampun bim ini udah mau jamnya makan siang bukan sarapan lagi, aku udah makan di rumah. Kamu belum sarapan ya?”tuturnya yang menurutku itu polos sekali. Dea sangat bisa membuat orang senang berada di sisinya dengan tingkah apaadanya. “Gak liat mbanya saya baru bangun” “Gak sholat subuh berarti”ledeknya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
Sistem Tanpa Batas

Sistem Tanpa Batas

"Dunia ini terasa... mati. Bukan mati karena dihancurkan, tapi mati karena tidak ada lagi variabel yang bergerak. Semuanya statis." "Itulah yang diinginkan para Penenun," sahut Shen Long, suaranya terdengar berat dan jauh. "Keteraturan absolut adalah keheningan yang abadi. Kita adalah satu-satunya anomali yang masih bergetar di atas hamparan ini."
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai kesunyian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status