Ujung Senja
Entahlah, semua terasa tak pasti.
Aku menghabiskan waktu dengan membereskan pekerjaan rumah di lagi hari, saat matahari beranjak naik, aku berangkat ke Lolita. Menyibukkan diri demi mengusir gundah gulana. Seperti saat ini, siang yang terik dan Lolita sepi sekali. Mungkin efek bulan tua, atau karena ini hari Selasa sehingga orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, tak memiliki waktu untuk sekadar ke salon. Aku dan Meri duduk di kursi sambil memegang gadget masing-masing. Mataku mengarah ke layar ponsel, tetapi pikiranku sudah berlari hingga ke Kutub Utara. Aku lelah dengan pikiranku sendiri, tetapi aku tak tahu bagaimana cara melepas semua pikiran itu.
Bab Populer