Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
EUFORIA

EUFORIA

Kemudian, pulpen menari di atas kertas dengan tangannya sebagai kendali. “Nulis apa, sih? Kayaknya setiap kali ketemu gue, lo selalu nulis. Nyatet sesuatu maksud gue.” “Jadi penulis itu berarti jadi seorang peneliti, Adrian. Apa yang aku dengar, apa yang aku lihat, kalau itu penting, maka akan aku tulis.” Kuanggukkan kepala tanda mengerti. “Jadi, gitu. Nulis itu sulit, nggak? Maksud gue, lo nulis buku fiksi, kan?”
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Ia justru melipat tangan di depan dada, menumpu berat badannya pada satu kaki sambil menatap Maorielle dengan binar ketertarikan yang tidak ditutup-tutupi. "Analisis yang menarik. Namun, dalam Bahasa Indonesia, kita punya kekuatan yang disebut 'verba' atau kata kerja. Kata kerja menunjukkan aksi, perjuangan, dan eksistensi. Kata sifat hanya menunjukkan permukaan." jelas Khai dengan nada bicara yang berubah formal, seolah baru saja menekan tombol 'mode dosen' dalam dirinya.
701 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
Bakti Seorang Menantu

Bakti Seorang Menantu

"Aku penulis lho, Mal," ucap Tika. "Penulis apa?" "Cerbung," ucapnya. "Apa itu cerbung?" "Cerita bersambung, samacam novel. Aku nulis perhari satu part, dan aku up di aplikasi novel online," terangnya. Tapi aku tetap tidak mengerti dengan penjelasan Tika.
9.626.3K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as verb 1 menulis
Read
+Library
BE WITH YOU

BE WITH YOU

Menerima kenyataan dan berjuang menjalani hidup. “Aku suka kata-katanya,” mata Manee fokus pada lampionku. “Ada saran? Buatku tulis di sini?” “Yah, yang penulis kan kamu, masa kamu kehabisan kata-kata, sih?” “Penulis juga manusia.” Aku tertawa, tetap saja, bukannya penulis pintar merangkai kata dan selalu memiliki ide yang bagus? “Siapa bilang penulis itu dinosaurus? Manusia lah.”
Hot Chapters
103.9K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
Hasrat Sang Guru

Hasrat Sang Guru

Tunggu aku malam ini. Grisse melongo. Kalau hanya ingin menulis seperti ini bukankah Vidwan bisa melakukannya via aplikasi perpesanan di ponsel? Untuk apa membuat hal serumit ini kalau hanya untuk menyampaikan sebuah kalimat. Ya, menulis surat kemudian menyuruh orang mengantarkannya tentu saja lebih rumit daripada mengetik langsung di ponsel lalu mengirimnya. Sambil menggelengkan kepala karena tidak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan Vidwan, Grisse pun kembali meraih ponselnya kemudian menelepon Vidwan. “Sudah baca suratku?” Tanya Vidwan mendahului Grisse. Grisse hanya menjawab dengan dehaman.
10193.3K viewsCompletedAdded to Library 6.6K Times as verb 1 menulis
Read
+Library
Penguasa hati

Penguasa hati

Menulis adalah cara terbaik baginya untuk mengeluarkan amarah. ’Saat itu angin bertiup kencang, daun dan kertas yang bergeletakan di tanah beterbangan, debu-debu berhamburan mengenai mata bulat Sabila yang sedang membawa kantong belanjaan yang berisikan buah-buahan.
103.6K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
Dermaga Kala

Dermaga Kala

Adimas terkekeh, “Dia bukan enggan, Kal. Tapi tersipu malu.” Kala menggelengkan kepala nya. Entah harus merespon dengan apa, tapi Adimas ini selalu saja punya jawaban dari segala yang Kala katakan. Tidak mau kalah lebih tepatnya. “Jadi penulis saja, Dimas. Biar kamu bisa tumpahkan seluruh kata-katamu itu di dalam tulisan.” “Kamu mau?” Kala mengernyit heran, “Mau apa? Mau kamu jadi penulis?”
304 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

___________ Kutekan tombol send, lalu dalam hitungan detik, aksaraku kandas di telan aplikasi biru. Menulis adalah caraku mengobat luka. Bukan untuk mencari simpati, meskipun kuakui dengan tulisan-tulisan itu bermacam rupa simpati juga empati tertinggal lewat jejak tindih jemari dari mereka-mereka yang peduli. Menulis adalah caraku menguatkan hati, meluap luka agar ia tak berubah jadi petaka, meretas emosi agar ia tak jadi duri. Akulah si pendosa yang kerap menggugat Tuhan. Aku perempuan lemah dengan sekian banyak tuntutan, tanpa berkaca bahwa diri ini begitu hina di mata Tuhan.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

jawab Callista mantap. Senyum tipis muncul di bibir Adrian, tapi tatapannya serius. “Oke. Kita main dengan cara kita.” Kalimat demi kalimat mulai terketik. Mereka menulis dengan hati-hati, menghapus lebih banyak daripada yang mereka simpan. Bukan karena takut, tapi karena mereka tahu, setiap kata akan jadi senjata—baik untuk melindungi atau melukai. ** Sampai akhirnya, Callista meletakkan tangannya di atas keyboard. “Adrian…”
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 487 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

“Aku lupa kalau kamu pasti sudah membaca resume-ku.” Adrian mengangguk. Membenarkan. Pria itu menunggu Kinan menjawab pertanyaannya. “Well, aku memang dulu gemar membaca, dan pernah sesekali menulis cerita fiksi,” ungkapnya. “Lalu aku tertarik dengan dunia kepenulisan yang lebih luas. Jadilah sekarang aku menjadi content writer.” “Menulis novel maksudmu?” Kinan mengangguk. “Bukan untuk diterbitkan, hanya diupload di platform aja.”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as verb 1 menulis
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status