Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARJUNA

ARJUNA

Tapi ketika sedikit mendekati haram maka Bang Banyu dan Mas Abim akan panjang lebar menasihati. Arjuna suka hujan. Dari banyak bulan yang paling Arjuna suka adalah bukan Desember dan Januari. Selain akan ada banyak hujan melainkan juga banyak liburan. Kenapa Arjuna suka hujan. Klasik. Karena rindu selalu turun bersama hujan. Meskipun kadang Arjuna berpikir tentang kalimat 'titip rindu pada hujan'. Kenapa harus dititipkan pada hujan jika Arjuna ingin menitipkan rindu itu pada seorang diatas sana. Namun Arjuna juga berpikir, hujan hadir karena Mami mengirim rindu dari atas sana. Makanya ketika hujan turun maka Arjuna akan dengan senang hati menatapnya hingga puas. Sangat berkebalikan dengan Ba
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
Gerimis Bulan Desember

Gerimis Bulan Desember

Bab 20 Gerimis Bulan Desember Gerimis bulan Desember telah berganti menjadi hujan bulan Januari semalam. Bukannya mereda, gerimis justru makin menderas. Ricik air hujan berubah menjadi guyuran, membuat bumi sekaligus hati membasah. Namun, rasanya masih kemarin kurasakan gerimis bulan Desember, sekarang rupanya sudah bulan Januari.
9.8102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Ruby♡
Plotnya bagus banget thorrr, makin penasaran dengan kelanjutan ceritanya ♡♡♡ Guys jangan lupa mampir di ceritaku berjudul "Hello Ms.Joa!" Genre: Romance, Manipulatif, Mafia, Crime, Mystery. Semoga terhibur ya~~~...
Evi Fadliah
Sumpah Thor karyamu yang ini luar biasa keren pake banged, ilmu barunya dapet, harunya dapet, kocaknya dapet, pelajarannya juga dapet. Penulisan dan kosa kata yang digunakan bener2 bagus.. Thumbs up buat kamu thor.. One of the best novel yang aku baca di aplikasi ini.
Baca Semua Ulasan
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Ia menggoreskan garis miring pertama, tajam dan tegas, menggambarkan rintik hujan yang mulai membasahi kaca luar bandara. Tangannya bergerak mengikuti ritme kerinduan yang mulai mengetuk. Di sudut kertas, di bawah sketsa hujan yang tampak begitu melankolis dalam balutan hitam dan putih, ia menuliskan sebait puisi dengan tulisan tangan yang sedikit bergetar. Sebuah doa sekaligus salam perpisahan yang ia simpan rapat dalam hati:
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Hujan Sejuk menyergap Bersandar bersama kedatanganmu Hujan sunyi kudapat Bersama heningnya malam Dalam relung terdalam Hujan Rintikmu bagai bui dilautan Membasahi bumi yang kehausan Hujan Indahnya malam Bertabur cahaya Lampu jalan Hujan Aku sendirian Menanti dia Yang hidup dalam bayang pekerjaan “Heeeeeeeehm...” Aku tak menyangka pilihanku menghabiskan waktu 2 hari kemarin dikamar hotel menikmati kenikmatan dunia akan ku sesali saat ini. “Tau begini,aku pasti akan membuat jadwal padat untuk berkeliling Bali..”gerutuku “Ya tuhaaan,maafkan aku jika belum bisa jadi istri yang baik..tapi aku kesaaaaaal “kataku kemudian sedikit berteriak menengadahkan kepala ke atas berbicara dengan sang pemilik
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Mungkin sejak pertama kali melihat Riana, Bimo sudah tahu bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah sanggup melepaskan wanita itu. Sampai sekarang, dia masih mengingat malam musim hujan itu. Seorang gadis kecil yang kurus duduk meringkuk di bawah pohon, tubuhnya nyaris tanpa sehelai benang. Gadis itu menggigil hebat karena diterpa hujan dan angin dingin yang menusuk. Namun, sepasang matanya yang indah berkilau seperti bintang di langit.
12.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
Aku Menginginkanmu

Aku Menginginkanmu

“Aku harus bagaimana Tuhan?” Bela berjalan dengan perasaan gunda dalam benaknya. Hingga kemudian, butir-butir rintik hujan yang turun dan mengalihkan pandangannya. Bela menengadahkan kepalanya. Ia menatap rintik-rintik hujan yang kini mendarat di tangan kanannya. “Hujan pertama di bulan ini turun setelah ajakan menikah?” gumamnya. “Andai itu dikatakan atas dasar cinta, hubungan itu bisa menjadi abadi setelah hujan pertama turun...”
399 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Basah kuyup. Hati Juan seolah digenggam oleh tangan hangat. Sesak, nyeri, dan penuh haru hingga air matanya hampir jatuh. Dia segera menghentikan mobil. Bahkan tanpa sempat mengambil payung, dia mendorong pintu mobil dan berlari menerjang hujan dingin. Air hujan langsung membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak peduli. Di matanya hanya ada sosok itu.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
 CINTA DI BALIK BENCI

CINTA DI BALIK BENCI

Bab 68 Malam itu, hujan turun dengan deras, menciptakan irama alami yang menenangkan. Lia duduk di dekat jendela kamarnya, menatap tetesan air yang berlomba-lomba menuruni kaca. Pikirannya melayang, mencoba mencerna peristiwa yang baru saja terjadi.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Aku hanya merasa miris. Mungkin ini sisa makanan orang lain. Aku pun menghindar dari pelukannya dan mendorong kantong itu menjauh. “Aku nggak selera.” Benson mengira aku bercanda, lalu menuangkannya ke mangkuk dan menyodorkannya ke mulutku. “Jangan begitu, sayang. Bukannya kamu paling suka ini?” Aroma amis bubur yang sudah dingin menusuk hidungku. Aku tak tahan lagi dan buru-buru lari ke kamar mandi untuk memuntahkannya.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Sang CEO

Gairah Cinta Sang CEO

Tak lama kemudian, butiran air mulai jatuh perlahan, lalu berubah menjadi hujan deras yang turun bagai ditumpahkan dari langit, membasahi seluruh permukaan bumi tanpa ampun. Di dalam rumah, suasana hening dan sepi seperti biasa. Delisa duduk di dekat jendela besar di ruang tengah, matanya menatap keluar, membiarkan pandangannya kabur oleh derasnya air hujan yang menuruni kaca jendela. Pikirannya melayang ke mana-mana, penuh keraguan, ketakutan, namun juga ada rasa harap yang mencoba tumbuh meski ia berusaha mati-matian mematikannya.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai hujan di bulan juni puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status