Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Sementara di tengah ruangan, berdiri sebuah ranjang king size bertiang empat dengan kelambu renda transparan yang menjuntai dramatis. “Gila,” gumam Kirana pelan, matanya menyapu sekeliling ruangan. “Ini kamar atau lapangan futsal? Luas banget.” Namun di balik kemewahan yang menyilaukan mata itu, Kirana merasakan kehampaan yang nyata. Kamar ini terasa dingin, bukan karena suhu udara, melainkan karena kesepian yang mengendap di setiap sudutnya. Tidak ada benda-benda sentimental yang memberi kehangatan. Yang ada hanyalah barang-barang mahal, dipajang untuk memuaskan ego semata.
9.938.4K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as empty room
Show Reviews (30)
Read
+Library
Arum Naru
suka bgt sejauh ini, selalu tunggu bab baru nya, tapi semoga bab nya gak sampai 300an keatas kayak yg lainnya, udh sring stop baca novel gara2 dibikin mutar2 sampai ratusan halaman yg gak tamat2 soalnya, padahal bab awalnya bagus2. sekian sedikit saran dan semangat buat penulisnya
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Tidak ada tanda larangan, tidak ada sambutan. “Apa kita masuk?” tanya Rendra. Aira ragu sejenak, lalu mengangguk. Di dalam, ruangan itu dipenuhi rak-rak kosong dan debu tipis yang berkilau di udara. Cahaya masuk dari jendela tinggi, membentuk garis-garis panjang di lantai. Di sudut ruangan, ada meja kecil dengan sebuah buku catatan terbuka. Aira mendekat. Tulisan tangan di buku itu bukan tulisan yang ia kenali, tetapi kalimat pertamanya membuat dadanya mengencang:
101.2K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as empty room
Read
+Library
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

Ratna mencoba tersenyum meski tegangnya belum hilang. Mereka beralih ke kamar kedua kamar khusus tamu. Arga meraih gagang pintu, memutarnya perlahan. Pintu terbuka mulus. Ruangan itu juga kosong. Lampu meja masih menyala redup seperti sebelumnya. Selimut rapi. Tidak ada tanda ada orang masuk. “Mungkin cuma angin?” Ratna mencoba memberi kemungkinan lain tanpa yakin.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as empty room
Read
+Library
Akan Selalu Menjadi Milikku

Akan Selalu Menjadi Milikku

Ketika pintu itu terbuka, Raiya berhenti begitu saja. Ruangan luas di hadapan kami benar-benar kosong. Tidak ada suara percakapan, tidak ada denting gelas, tidak ada siapa pun selain kami berdua. Seluruh lantai, yang biasanya dipenuhi kalangan elite, bangsawan, dan tamu yang harus menunggu berminggu-minggu, siang ini hanya menjadi latar sunyi bagi satu pertemuan kami.
549 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as empty room
Read
+Library
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Namun, matanya hanya menangkap kekosongan. Ranjang raksasa itu telah kosong melompong. Tidak ada siapa-siapa di sana. Tatapan Sarah turun, menyapu lantai di tengah ruangan, dan jantungnya seolah ditarik paksa hingga jatuh ke dasar perutnya.
9.79.4K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as empty room
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Suasana hening langsung menyergap begitu dirinya masuk. Kalla baru sadar di unit semewah ini ternyata suasana kosongnya begitu terasa saat penghuninya tidak ada. Dia memutuskan tour room. Kegiatan yang belum sempat dia lakukan karena langsung sibuk dengan urusan Kael. Unit yang mudah diamati dalam satu kali pandang. Luas dan menganut open space. Kalla bisa mengawasi Kael main sambil berkutat di dapur nanti.
1087.9K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as empty room
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
Aku Menghamili Istri Sahabatku

Aku Menghamili Istri Sahabatku

Ruangan aula besar yang baru saja ia jebol itu ternyata murni dalam keadaan kosong melongpong tanpa ada tanda kehidupan. Tidak ada sosok Elena Voss di sana. Tidak ada pasukan pengawal, dan tidak ada satu pun manusia yang berdiri menghadang. Hanya ada sebuah kursi kayu kosong yang terletak tepat di tengah-tengah ruangan, berhadapan langsung dengan sebuah layar monitor raksasa di dinding. KLIK!
103.1K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as empty room
Read
+Library
Pelampiasan Dendam Sang CEO Kejam

Pelampiasan Dendam Sang CEO Kejam

Tidak ada percakapan walau hanya sepatah kata di dalam lift hingga sampai ke lantai 56. Setelah pintu lift terbuka, mereka pergi ke sebuah ruangan yang pintunya telah terbuka lebar. Ruangan itu sudah tiga tahun kosong. Meskipun kosong tidak terawat lagi, keadaan di dalamnya masih sangat bersih dan semua barang tersusun rapi. "Ehem …." Levin mendehem.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as empty room
Read
+Library
Penjara Hati Bos Arogan

Penjara Hati Bos Arogan

Kosong. Satu kata yang menjadi sambutan Alya saat membuka pintu dan mendapati kamar pria pemilik apartemen itu menyala lampunya dan kosong. Tidak ada Evan di dalam. Alya yang mendapati kamar Evan kosong itu berpikir jika sang pemilik kamar sedang berada di kamar mandi. Alya kembali memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Evan. Dia berniat untuk menyiapkan pakaian ganti pria yang belum kunjung ia temui di apartemennya sejak dia masuk ke dalam.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as empty room
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ruang Tanpa Pena > “Ia tidak menulis, tidak bicara, tidak hadir. Tapi ia tahu segalanya. Dan kadang, tahu adalah bentuk kontrol yang paling sunyi.” Catatan Tertinggal di Perpustakaan Tertutup, ditulis dengan air mata. --- Bagian 1: Keheningan yang Menekan Setelah konfrontasi di bawah langit koyak itu, Lena dan Kai dibawa kembali ke ruang kosong sebuah tempat yang tidak memiliki batas, warna, atau suara. Ruang itu dinamai oleh Penulis Tanpa Tinta sebagai:
2.7K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as empty room
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status