Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Skandal Sang Sopir

Skandal Sang Sopir

"Kopinya, Tuan." Pelayan itu menyajikan. Tidak ada nama kopi yang ia sebutkan karena memang kedai mereka hanya kedai kecil saja dan biasa disinggahi oleh penikmat kopi di sekitar sana. "Terima kasih." Pelayan itu pergi dan Dewa mulai meraih cangkir berisi kopi yang masih mengepul asap putih dari cangkir keramik. Perlahan ia mencium kopi itu seakan menjadi relaksasi untuk pikirannya yang mulai tidak stabil. Mulai sedikit menyesap kopi, hingga akhirnya ia sedikit terrelaksasi oleh rasa dan aroma pahit kopi hitam.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

Persetan dengan berapa kopi yang Hana tuangkan ke dalam gelas. “Emang gue peduli mau berapa sendok kopi, berapa sendok gula? Emang gue peduli mau rata sendok atau enggak?? Emang gue peduli mau berapa kali ngaduk? Emang gue peduli mau searah putaran jam atau putaran bumi?! Denger ya bos anj1nggg!!! Gue nggak peduli. HUHHH…. MAKAN TUH KOPI!! NAMANYA KOPI YA TETAP KOPI.”
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

"Dan kopi ini! Kalian harus coba kopi kulit mereka. Ada rasa rempah, ada aroma teh, ada sedikit... hmm, aroma keberanian. It tells a story, guys! Kalian bukan cuma pesan katering. Kalian dapat sebuah 'pengalaman'. Mereka nyebutnya 'Dining Experience with a Story'." Kamera bergeser, menyorot detail dekorasi mini yang ada di dalam kotak makan itu. Hiasan mawar hitam yang identik dengan gaya Alessia, serta tulisan kecil yang menjelaskan filosofi "perjalanan kuliner" hidangan itu.
10886 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
OTW Menjanda

OTW Menjanda

“Aku baru tahu ada cara minum kopi model begini.” Diliriknya Satria. Ia kaget, ternyata pria itu tengah menatap lurus padanya. Serta merta, Renata mengalihkan pandangan. Untuk sejenak, ia kehilangan kata -kata. “Kata orang, gelas terbalik ini ada filosofinya.” Satria memecah kesunyian di antara mereka. Rupanya ia tahu telah membuat Renata tidak nyaman.
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Amran berdiri, menunjuk kedai di ujung selatan. Mei ikut bangkit, menatap plang kayu berbetuk bulat bertuliskan Omah Kopi. Di atas tulisan tercetak gambar cangkir dengan asap cokelat mengepul di atasnya. "Tidak jadi soal minum di mana, Prof. Yang penting, dengan siapa kita minum kopi." Bibir Mei membentuk bulan sabit. "Mungkin minum denganmu bisa membuat kopiku berubah rasa. Tidak sepahit dulu.”
1045.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Alister meletakkan cangkirnya di meja dan menghela napas panjang. “Kopi yang benar itu hitam pekat tanpa gula dan tanpa susu. Harika, kau baru saja menghancurkan pagi yang seharusnya sempurna.” Harika tersenyum canggung. “Ehehe saya bisa buat ulang, Pak!” Alister hanya mengangkat satu alis. “Lakukan!"
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
CEO Nakal Kekasihku

CEO Nakal Kekasihku

Ani mulai panik, itu diketahui oleh penyidik walau berusaha disembunyikan. “Kopi apa yang dibuatnya, saat itu menggunakan gelas apa?” Polisi hanya memancing kesalahan jawaban dari wanita itu. Polisi sudah bisa mengira bahwa wanita yang ada di depannya ada kaitannya. “Kopi espresso, biasanya dengan krimmer.” Polisi sedikit tersenyum kecil, karena tahu yang diminum hari itu bukan espresso seperti biasanya. Keano meminum kopi Java hitam karena merasa mengantuk.
9.7213.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

“Iya, Nona.” “Bisakah aku memesan kopi kental, namun tak manis ataupun tak pahit.” “Dan …”Nona itu memerhatikan Latisya dari ujung kepala sampai kaki. Tatapannya tidak begitu sinis, tapi cukup ramah. Lalu melanjutkan ucapannya terhadap Latisya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Membawa segelas kopi, harap-harap bisa meluruhkan rasa badmoodnya itu. “Ah, terima kasih Sie.” Dikta langsung mengambil gelas berisi kopi itu. Ia masih termenung sambil memegangi gelasnya itu. Agaknya Dikta masih sulit untuk konsentrasi akan apa yang dialaminya selama ini. “Kau pasti memikirkan hal itu bukan?” Dikta mengangguk seiring menyesap kopinya yang hangat. Ia benar-benar sedang di tepi jurang. Atau mungkin bisa dibilang buntu sekali untuk menemukan jalannya.
918.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

“Ini bukan kali pertama aku datang ke Indonesia. Aku sudah datang ke beberapa daerah. Aku sempat berpikir untuk membuka sebuah café di Belanda dengan kopi dari berbagai negara.” “Bisnis yang unik dan menarik. Kau sangat antusias tampaknya.” “Kopi adalah passion lain dalam diriku. Aku senang mempelajari tentan jiwa manusia. Dan kopi adalah sisi diriku yang egois.” “Egois? Bagaimana sebuah kesenangan bisa dianggap egois?”
1092.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai filosofi kopi singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status