Sang Penjaga Pajajaran
Lampu-lampu kota berpendar lebih terang, angin berhenti berhembus, dan dari arah gunung, cahaya layung membalas kedipan matanya.
Larisa tersenyum kecil, tanpa tahu kenapa. Mungkin karena untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa apapun yang terjadi, ia bukan lagi sendirian.
Sementara itu, di hutan lembah utara, Ratih menatap ke arah yang sama.
Cahaya layung di puncak Rakata memantul di matanya.
“Lamun rasa nginget rasa, jagat bakal mulangkeun sang penjaga.” (Jika rasa mengingat rasa, dunia akan mengembalikan sang penjaga.)
Hot Chapters