Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai
Mas!
“Oya Mas? Kamu bisa bicara begitu karna kamu belum merasakan penyesalan. Nanti kalau kamu menyesal, ingat satu hal, yang pergi belum tentu kembali, yang kamu lepas, belum tentu jadi milikmu lagi. Tolong kamu ingat itu, bila perlu, catat di jidat!”
Aku langsung pergi meninggalkannya, menutup pintu kamar rada kencang, tidak kuperduli teriaknya memintaku berhenti. Dengan cepat, aku tetap menuruni tangga.
ตอนยอดนิยม