Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

damai. “Mas, kamu tahu nggak?” tanyaku sambil memotong roti dengan garpu. “Aku lupa kapan terakhir kali sarapan sambil ketawa.” Dia menatapku. “Aku lupa kapan terakhir kali bangun pagi dan merasa... ingin tetap tinggal.” Kami makan dalam diam yang bukan hening. Tapi diam yang nyaman. Diam yang membuatku merasa hadir.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Pria yang Dicintai Suamiku

Pria yang Dicintai Suamiku

Tubuhnya mematung di pintu kamar mandi. “Aku baru di sini, kok, Mas. Mas mau sarapan bareng?” tawarku berusaha mencoba mencairkan suasana. Meski rasanya hati ini ingin sekali mencakar wajah tampan suamiku itu. “Oh, iya. Mas juga lapar!” serunya lantas mendekatiku dan duduk di sebelah kiriku.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

"Iya atau tidak sama sekali." "Iya deh." Aku mengangguk pasrah. "Ya sudah habis sarapan kita pergi bareng." "Oke." Aku tersenyum semringah. Kami berdua turun untuk sarapan bersama. Meja makan sudah tidak ada orang. Sementara Didan terlihat tengah mencuci piring kotor. "Kamu udah sarapan, Dan?" tanyaku sopan. "Sudah, Mbak." Didan ikut tersenyum.
9.933.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

“Yuk. Tapi, sebelumnya sarapan, yuk. Ada warung Sunda enak deket sini. Aku belum makan.” Aku sempat melirik jam tangan. “Nanti aku telat, lho.” “Nggak. Aku udah cek. Jalanan lancar. Sarapan bentar, terus aku langsung antar kamu.” Aku akhirnya menyerah. Duduk di jok belakang motornya dengan sedikit canggung. Dan benar, lima menit kemudian kami sudah duduk di bangku kayu warung kecil, dengan pemandangan jendela ke arah jalan.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

ucap Azka sambil berdiri dan beralih duduk di luar. "Ck ... suka sekali dia membuat orang lain gugup," gerutuku sendiri. Kususul ia untuk duduk di luar, menunggu sarapan pagi. Memang benar, tidak lama kemudian datang seseorang membawakan beberapa makanan seperti roti, minuman dan yang lainnya. Setelah mengucapkan terima kasih, orang itu pergi. Aku dan Azka menikmati sarapan pagi sambil melihat pemandangan laut yang indah.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang

Turun Ranjang

ucap Kak Sarah. "Lagian Kakak, buru-buru aja jadi gak sempet sarapan," ucapku sambil memonyongkan bibir. "Kamu yang bangun kesiangan." "Iya, maaf." Kamipun segera menuju ke tempat makan dan langsung memesan makanan. Karena lapar aku makan dengan lahap, kak Sarah hanya melihatku karena dia sudah makan tadi sebelum kami berangkat.
9.925.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 903 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Kisah Cinta Yang Tidak Terduga

Kisah Cinta Yang Tidak Terduga

Seperti biasa sarapan dulu. Sampai di meja makan, di sana sudah ada Mama Papa dan Jisung. Lalu duduk di sebelah kanan Jisung, ku ambil nasi dan lauk lalu sarapan. Papa memperhatikan ku makanan, hanya kulirik. "Kamu hari senggang gak? Kalau senggang kamu boleh aja Sana kesini." "Enggak, aku ada urusan." "
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Married Young

Married Young

Nanti bisa baper aku. Pagi ini aku malas beraktivitas, untuk sekedar membuat sarapan pun rasanya malas. Alhasil kini aku hanya meminum air putih saja lantas duduk termenung di kursi meja makan. Membayangkan bagaimana Mas Arsan ketika semalam menggendongku dari ruang tengah menuju kamar. Senyumku mengembang saat itu juga. Namun segera lenyap ketika melihat seseorang yang sedang kubayangkan malah duduk di kursi depanku.
9.815.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Panggil Aku Aisyah

Panggil Aku Aisyah

Jawabku. Kumulai menikmati sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh ibu, usai sarapan aku segera meluangkan waktu untuk duduk sejenak di teras rumah. Seperti biasanya hal ini selalu kulakukan agar tidak terasa jenuh serta sebagai upaya untuk menghibur diri.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Kuabaikan

Pesona Istri Yang Kuabaikan

Biasanya aku masih sempat sarapan dengan Zitni, tapi hari ini aku harus berangkat lebih pagi. Setibanya di pesantren, suasana sudah ramai, aku melangkah cepat-cepat ke ruangan kantor untuk sarapan. Kebetulan mejaku berada di sudut. Diam-diam, aku makan bekal nasi dan lauk telur dadar seadanya, yang penting kenyang. Tanpa aku sadari sebelumnya ada yang memperhatikan. Ketika aku mengangkat wajah, Ustazah Fatimah tersenyum ke arahku.
9.9947.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.7K kali sebagai saat sarapan aku duduk dengan
Tampilkan Ulasan (171)
Baca
+Pustaka
DA DM
Cerita ini berbeda dengan cerita romansa yg lain yg kdg menonjolkan adegan2 panas hanya untuk menarik pembaca,, cerita ini dikemas manis,menyentuh, dan sopan. membayangkan cerita ini diangkat mjd film, dan ost. nya lagu *penjaga hati*.....sukses ya author,,
Husmiati Abdullah
setiap babnya selalu bikin penasaran membaca bab selanjutnya, ini bisa jadi pelajaran bahwa kecantikan yang hakiki itu adalah sikap dan akhlak, banyak orang berpendapat bahwa cantik secara fisik itu segalanya tetapi cantik yang sebenarnya adalah kecantikan jiwa dan ruhnya
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status