Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran

Tangannya terangkat, lalu dengan hati-hati menyentuh pergelangan tangan Izikiel. Sentuhannya lembut, hampir seperti tidak ingin mengganggu apa pun yang tersisa dari kehidupan di tubuh itu. Sienna kemudian memejamkan matanya. Napasnya menjadi lebih teratur, lebih dalam, seolah ia sedang mendengarkan sesuatu yang tidak bisa didengar oleh orang lain. Tidak ada alat. Tidak ada ramuan. Tidak ada gerakan yang rumit. Hanya keheningan… dan sentuhan.
1080.8K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as silent house
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Suara dentuman itu diikuti derit logam dan kaca. Mobil berhenti mendadak. Sunyi sesaat. Hanya suara hujan dan detak jantung Selin yang terasa sangat kencang. “Tolong... tolong... ” Napasnya memburu. Tangannya gemetar saat mencoba bergerak. Kepala pusing. Ia meraba dahinya, sedikit perih— darah segar mengalir. Rasa nyeri hebat menyambar. Dunia seketika gelap, lalu kesadaran Selin lenyap.
10710 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as silent house
Read
+Library
Kesayangan Tuan Elian

Kesayangan Tuan Elian

Gudang itu gelap total dalam sekejap. Lampu padam. Kegelapan pekat menelan gudang itu. Suara letusan silencer Antonio terdengar ritmis di sisi lain ruangan, menjauhkan perhatian para penjaga dari titik pusat. ​"Saka! Ini aku, Elian. Dengar, ayo keluar!" Elian berbisik dengan suara tertahan, tangannya dengan gemetar memotong tali yang mengikat tangan Saka menggunakan pisau lipat yang ia temukan di meja.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as silent house
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Seperti denyut pelan yang memanggilnya. “Di depan.” Ia berkata pelan. Bima mengangkat senter lebih tinggi. Cahaya putih menabrak batang pohon besar di depan mereka. Hutan terasa lebih sunyi dari biasanya. Tidak ada suara burung malam. Tidak ada suara ranting patah. Seolah semua makhluk hidup memilih diam. Hileon tiba-tiba berhenti. “Tunggu.”
853 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as silent house
Read
+Library
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Tidak ada kata-kata di antara mereka, hanya keheningan yang sarat makna. Galuh menunduk, mendekat. Ratri memejamkan mata, menahan perasaan yang bercampur antara takut dan pasrah. Malam itu berjalan begitu pelan, diisi oleh desau napas, bisikan samar, dan getar yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Napas Ratri terengah-engah. “Mas…” suaranya keluar begitu lirih, hampir seperti desahan yang bergetar di antara udara malam.
622 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as silent house
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Lalu pandangannya tertuju pada Cyntha yang duduk bersisian dengan ibunya. "Pakabar, Jeng?" Bu Siska menyambut Bu Silvy dengan saling bercium pipi kiri dan kanan. "Baik." Kemudian keduanya larut dengan keseruan bersama beberapa wanita sosialita di meja itu. Sedangkan Senja, akhirnya meleburkan diri dengan Cyntha dalam obrolan.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as silent house
Read
+Library
The Secret

The Secret

Bergetar dan menggema ke seluruh ruangan. Aku begidik ngeri. Bukan karena suaranya. Tapi, lebih kepada Murni yang bahkan masih bisa tidur dengan nyaman sambil mendengkur cukup keras. "ANAK JAHANAM!" Suara kasar wanita itu kembali mengambil alih perhatianku. Kali ini wajahnya nyaris tidak bisa disebut wajah. Karena sudah tak bisa kubedakan mana hidung atau pipi. Hanya ada dua soket gelap dan mulut menganga.
1012.2K viewsOngoingAdded to Library 341 Times as silent house
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

Walau bertemu di satu titik, tapi tak pernah sejalan. Sena membanting pintu dengan keras hingga Quin bisa mendengarnya. Quin yang sebenarnya sedang kalut, memilih untuk memejamkan mata, berharap bisa terlelap barang sebentar saja. Namun, hal itu jelas sulit, mengingat insomnia parah yang Quin derita sejak kecil.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as silent house
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Vilo's Coffee Shop Dion memakirkan sedan merah miliknya di depan sebuah kafe kopi milik teman kuliah mereka, Vincent Oliver. Kesenyapan dan kesunyian menaungi di antara mereka berdua, hanya suara bunyi pendingin mobil dan musik jazz yang menjadi teman perantara di tengah kesunyian mereka. "Kau mau turun?" tanya Dion melepas sabuk pengamannya.
9.911.7K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as silent house
Read
+Library
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Langkah yang Tidak Terdengar Tidak ada suara pintu dibuka. Tidak ada langkah kaki yang jelas. Tapi— kami semua tahu. Seseorang sudah ada di dalam. Udara berubah. Tekanan terasa berbeda. Seperti ada sesuatu yang “mengisi” ruang kosong itu. Dan perlahan— dari kegelapan di ujung ruangan— sesuatu bergerak. Siluet. Tidak jelas.
10835 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as silent house
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status